Dua legenda timnas Indonesia yakni Ansyari Lubis dan Widodo C Putro memberikan prestasi mengesankan para klubnya masing-masing. Ansyari yang merupakan pelatih PSS Sleman, mampu membawa PSS promosi ke BRI Super League.
Sementara Widodo yang merupakan pelatih Garudayaksa, mampu membawa klub milik Prabowo Subianto itu promosi ke BRI Super League alias kasta tertinggi sepak bola antarklub di Indonesia.
Legenda Timnas 90-an
Ansyari dan Widodo adalah legenda timnas dan langganan timnas Indonesia di era 90-an. Mereka juga pernah satu skuad di timnas Indonesia seperti di kualifikasi Piala Dunia 1998, Sea Games 1995 dan 1997. Ansyari dikenal sebagai gelandang serang yang juga memiliki insting gol yang bagus. Dia pernah jadi topskor Galatama terakhir yakni di musim 1993-1994.
Sementara Widodo dikenal sebagai striker yang cerdas. Dia memang tidak sering membuat gol. Tapi keberadaannya di lini depan memudahkan striker tandem untuk membuat gol. Widodo dikenal karena gol saltonya di Piala Asia 1996.
Stabil Menuju BRI Super League
PSS dan Garudayaksa promosi ke BRI Super League setelah menjadi juara di masing-masing grup pada ajang kasta kedua Pegadaian Championship.
PSS Sleman menjadi juara grup B. Di partai terakhir PSS mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-0, Minggu (3/5/2026). Sementara Garudayaksa juara grup A setelah di laga pamungkas mengalahkan Persikad Depok 3-1, Sabtu (2/5/2026).
Kedua tim cukup stabil selama Pegadaian Championship. Sebab keduanya tak pernah keluar dari papan atas. Konsistensi keduanya pun berbuah manis dengan lolos promosi ke BRI Super League.

