Insiden memilukan terjadi di Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Sebuah ledakan hebat mengguncang gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis (5/2/2026) pagi.
Ironisnya, peristiwa ini terjadi saat para relawan tengah melakukan simulasi atau uji coba alur kerja, tepat empat hari sebelum fasilitas tersebut resmi dioperasikan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berikut adalah fakta-fakta terkait insiden ledakan di SPPG Krajan yang berhasil dihimpun:
1. Kronologi Kejadian: Meledak Saat Uji Coba Ketiga
Kepala SPPG Desa Krajan, Elvin Subekti, menjelaskan bahwa aktivitas di dapur sebenarnya baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB yang bersumber dari mesin pengering peralatan makan (ompreng) berbahan stainless steel.
”Saat mesin sedang digunakan dalam uji coba ketiganya, tiba-tiba terjadi ledakan hebat. Padahal pada uji coba pertama dan kedua kemarin, mesin terpantau aman,” ujar Elvin kepada awak media, Kamis siang.
2. Belasan Relawan Menjadi Korban
Saat insiden terjadi, ada 26 relawan yang tengah bertugas di berbagai divisi. Ledakan tersebut mengakibatkan kepanikan luar biasa dan mencederai belasan orang:
8 Relawan Luka Ringan: Terkena serpihan kaca dan sudah diperbolehkan pulang.
2 Relawan Luka Berat: Dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka bakar dan cedera kaki akibat tertimpa reruntuhan.
Lainnya: Sejumlah relawan dilarikan ke Puskesmas karena mengeluh gangguan pendengaran akibat suara ledakan yang sangat keras.
3. Kerusakan Materiil Capai Puluhan Juta
Dahsyatnya ledakan tidak hanya menghancurkan mesin pengering, tetapi juga merusak plafon gedung dan ribuan peralatan makan (ompreng) yang sedianya akan digunakan untuk distribusi makanan.
Pihak manajemen menaksir kerugian materiil mencapai Rp 60 juta.
4. Rencana Operasional 9 Februari Tertunda
Sedianya, SPPG Krajan akan mulai beroperasi secara penuh pada Senin, 9 Februari 2026. Namun, akibat insiden ini, jadwal operasional terpaksa ditunda demi evaluasi keamanan dan perbaikan fasilitas.
”SPPG ini memang belum operasional melayani distribusi. Rencananya baru mulai tanggal 9 nanti,” tambah Elvin.
5. Evaluasi Teknis Mesin
Terkait penyebab pasti ledakan, pihak SPPG masih melakukan pendalaman. Elvin mengklaim bahwa instruksi mengenai mekanisme penggunaan suhu pada mesin pengering tersebut sudah disampaikan kepada para relawan.
”Itu pengering ada temperaturnya, kami sudah jelaskan mekanismenya. Kami masih mengevaluasi mengapa hal ini bisa terjadi di uji coba ketiga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dalam penanganan petugas untuk memastikan kondisi bangunan aman dari potensi bahaya susulan.

