cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: 1.000 Buruh Cilacap Siap Aksi May Day 2026, Soroti Upah Rendah dan Pajak Tinggi
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > 1.000 Buruh Cilacap Siap Aksi May Day 2026, Soroti Upah Rendah dan Pajak Tinggi
Cilacap

1.000 Buruh Cilacap Siap Aksi May Day 2026, Soroti Upah Rendah dan Pajak Tinggi

Tri Aji
Last updated: 23 April 2026 13:49
Tri Aji
Published: 23 April 2026
Share
Buruh Cilacap saat konvoi di Jalan Perkotaan Cilacap pada peringatan May Day. (Tri Aji).
Buruh Cilacap saat konvoi di Jalan Perkotaan Cilacap pada peringatan May Day. (Tri Aji).
SHARE

Aliansi Buruh Cilacap bersiap menggelar aksi besar dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Sekitar 1.000 pekerja direncanakan turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai semakin menekan kehidupan buruh.

Contents
  • Upah Dinilai Belum Layak
  • Beban Pajak Dinilai Menekan Kehidupan Buruh
  • Seribu Buruh Siap Turun ke Jalan

Rencana aksi ini dipicu oleh kondisi kesejahteraan pekerja yang dianggap belum membaik. Dua isu utama yang disorot adalah rendahnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) serta tingginya beban pajak yang harus ditanggung para buruh.

 

Upah Dinilai Belum Layak

Ketua Aliansi Buruh Cilacap, Dwiantoro Widagdo, menilai besaran UMK yang berlaku saat ini masih jauh dari kebutuhan hidup layak. Ia menyoroti ketimpangan antara pendapatan buruh dengan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli pekerja yang semakin melemah. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sederhana sekalipun, buruh dinilai masih kesulitan.

“UMK Cilacap saat ini masih sangat rendah, bahkan untuk membeli satu gram emas saja tidak cukup. Ini menunjukkan daya beli buruh masih sangat lemah,” ujar Dwiantoro, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kenaikan UMK Cilacap tahun 2026 yang hanya sebesar 5,03 persen menjadi salah satu yang terendah di Jawa Tengah. Kondisi ini dinilai belum mampu mengejar kebutuhan hidup layak (KHL) yang terus meningkat setiap tahun.

“Kenaikan 5,03 persen ini belum menjawab kebutuhan riil buruh. Nilainya masih jauh di bawah komponen hidup layak di Cilacap,” tegasnya.

 

Beban Pajak Dinilai Menekan Kehidupan Buruh

Selain soal upah, aliansi buruh juga menyoroti tingginya beban pajak yang dirasakan pekerja. Salah satunya adalah pajak opsen kendaraan yang disebut mencapai 66 persen.

Baca Juga  Salin Aslimas: Kado May Day Pemkab Banyumas untuk Pekerja Informal

Dwiantoro menilai kebijakan tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung, khususnya transportasi umum yang memadai bagi buruh.

“Buruh dibebani pajak tinggi, tapi tidak ada fasilitas transportasi umum yang layak. Akhirnya semua harus pakai kendaraan pribadi dengan biaya sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebagian besar buruh di Cilacap masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja karena minimnya akses transportasi umum yang terintegrasi dengan kawasan industri, sekolah, maupun pusat ekonomi.

Tak hanya itu, buruh juga masih dibebani potongan untuk program pensiun serta tabungan jaminan hari tua (JHT) yang jumlahnya dinilai cukup besar.

“Potongan untuk pensiun dan JHT juga cukup besar. Ini semakin menekan pendapatan bersih yang diterima buruh setiap bulan,” tambahnya.

 

Seribu Buruh Siap Turun ke Jalan

Dalam peringatan May Day 2026, Aliansi Buruh Cilacap akan mengangkat sejumlah isu strategis lainnya, seperti revisi kebijakan ketenagakerjaan, perlindungan pekerja migran, pelaksanaan konvensi internasional tenaga kerja, hingga optimalisasi peran kontraktor lokal.

Sejumlah federasi serikat pekerja yang tergabung dalam aliansi tersebut antara lain FSPKEP KSPI, FSPMI, SPN SBI, FARKES Indonesia, serta komunitas Purna Pekerja Migran Indonesia.

Hasil koordinasi dan konsolidasi yang telah dilakukan menyepakati bahwa massa aksi akan dimaksimalkan untuk menyuarakan aspirasi buruh.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai serikat buruh. Diperkirakan sekitar 1.000 buruh akan turun dalam aksi konvoi dan orasi pada May Day nanti,” jelas Dwiantoro.

Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan buruh, khususnya di Kabupaten Cilacap.

“Harapan kami pemerintah bisa lebih serius melihat kondisi buruh saat ini dan segera mengambil kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja,” pungkasnya.

Baca Juga  Kasus Pembunuhan Wanita 18 Tahun di Sidareja, Mulai Disidang Pekan Depan
May Day 2026, Buruh Cilacap Gaungkan 6 Tuntutan: Dari Pajak hingga Revisi UU
Intip Pesona Wisata Mangrove Demangkarta di Cilacap, Cuma 15 Menit dari Kota!
Dugaan Awal Kebakaran Rita Pasaraya Cilacap, Api Diduga Muncul dari Korsleting Area Pendingin
Review Mie Ayam Tugu Lilin, Kuliner Legend Cilacap dengan Harga Cuma Rp6000
Sewa Motor Lalu Digadai, Pria 37 Tahun Diamankan Polsek Kroya
TAGGED:hari butuh internasionalmay day
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan