Pelayanan kesehatan di Kabupaten Cilacap dipastikan tetap beroperasi normal selama bulan suci Ramadan. Masyarakat tak perlu khawatir, karena meski ada penyesuaian jam kerja, mutu dan cakupan layanan di seluruh puskesmas tetap berjalan seperti biasa.
Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Cilacap, pemerintah daerah menegaskan bahwa perubahan hanya berlaku pada jam operasional mengikuti kebijakan selama Ramadan, tanpa mengurangi komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinkes PPKB Cilacap, Hasanuddin, menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti ketentuan jam kerja organisasi perangkat daerah (OPD). Selama Ramadan, pelayanan dibuka pada hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Sementara untuk hari Jumat, jam operasional berlangsung pukul 08.00 sampai 15.30 WIB.
“Jam kerja kami di dinas mengikuti OPD lain. Untuk Puskesmas juga sama, Senin sampai Kamis pukul 08.00 sampai 15.00, kemudian Jumat sampai 15.30,” ujar Hasanudin, Jumat (20/2/2026).
Puskesmas Tetap Siaga, IGD dan Rawat Inap 24 Jam
Meski ada penyesuaian jam kerja, Hasanuddin memastikan pelayanan kesehatan tidak akan terganggu. Puskesmas yang belum memiliki layanan rawat inap tetap memberlakukan jadwal piket pada hari Sabtu, khususnya untuk pelayanan pagi hingga siang.
Selain itu, layanan kegawatdaruratan tetap disiagakan sesuai jadwal. “Untuk yang memiliki layanan rawat inap, tentu tetap standby 24 jam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan, penyesuaian jam kerja tidak mengurangi komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Ramadan Jadi Momentum Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Hasanuddin juga mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas pelayanan. Menurutnya, bekerja dan melayani masyarakat bisa menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan tulus dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Saya imbau teman-teman yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, jadikan momentum puasa ini sebagai ladang ibadah. Berikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati agar masyarakat merasa puas,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat Ramadan seharusnya menjadi energi positif untuk meningkatkan kedisiplinan, empati, dan profesionalisme dalam bekerja. Dengan niat yang baik dan pelayanan sesuai SOP, setiap tugas yang dijalankan tenaga kesehatan dinilai memiliki nilai ibadah.
Dinkes Cilacap pun berharap, selama Ramadan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat semangat pengabdian para tenaga medis di lapangan.

