cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Fantastis! Opsen PKB Rp 100 Miliar Topang Target Pajak Cilacap 2026
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Fantastis! Opsen PKB Rp 100 Miliar Topang Target Pajak Cilacap 2026
Cilacap

Fantastis! Opsen PKB Rp 100 Miliar Topang Target Pajak Cilacap 2026

Tri Aji
Last updated: 28 Februari 2026 18:30
Tri Aji
Published: 28 Februari 2026
Share
Pajak opsen pkb
Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap. (Tri Aji).
SHARE

Pemerintah Kabupaten Kabupaten Cilacap memasang target ambisius pada sektor pajak daerah di tahun anggaran 2026. Dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan menembus Rp 1,087 triliun, sebesar Rp 523 miliar ditargetkan berasal dari pajak daerah.

Contents
  • Rincian Target Pajak 2026, Opsen PKB Rp100 Miliar
  • Andalkan Digitalisasi dan Tapping Box

Nilai tersebut menjadi komponen terbesar dalam struktur PAD sekaligus penopang utama pembiayaan pembangunan di daerah pesisir selatan Jawa Tengah itu. Pemerintah daerah menilai optimalisasi pajak masih menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Salah satu sumber yang turut diperhitungkan adalah opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Skema bagi hasil ini diproyeksikan memberi kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak daerah tahun depan.

Meski peningkatan PAD dibanding realisasi tahun sebelumnya tidak terlalu besar, pemkab tetap optimistis. Tren pertumbuhan ekonomi lokal diyakini terus membaik dan berdampak pada meningkatnya kepatuhan serta potensi penerimaan pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, menyebut target tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding realisasi 2025 yang berada di angka Rp1,085 triliun.

“Target 2026 ini naik dari realisasi tahun kemarin yang berada di angka Rp1,085 triliun. Meskipun kenaikannya tipis dari sisi realisasi, namun ini tetap menunjukkan optimisme pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

 

Rincian Target Pajak 2026, Opsen PKB Rp100 Miliar

Dari total Rp523 miliar pajak daerah yang dibidik, sejumlah pos menjadi penyumbang utama. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menempati posisi tertinggi dengan Rp153,4 miliar. Disusul Pajak Tenaga Listrik sebesar Rp110 miliar.

Sementara itu, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyumbang sekitar Rp100 miliar. Adapun opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dipatok Rp76 miliar.

Baca Juga  HUT Banyumas ke-455 Diwarnai Demo, Mahasiswa Tagih Janji Soal Pajak hingga Anak Putus Sekolah

Untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp37 miliar. Sektor lainnya meliputi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Rp20 miliar, Pajak Makanan dan Minuman Rp13 miliar, serta Pajak Jasa Perhotelan Rp7,8 miliar.

Kemudian Pajak Reklame Rp2,6 miliar, Pajak Kesenian dan Hiburan Rp1,8 miliar, Pajak Air Tanah Rp1,2 miliar, hingga Pajak Jasa Parkir Rp600 juta.

Di luar sektor pajak, PAD Cilacap juga ditopang dari Retribusi Daerah sebesar Rp396 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp59 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp107 miliar.

 

Andalkan Digitalisasi dan Tapping Box

Untuk memastikan target tercapai, Bapenda mengusung strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah memperluas sistem pembayaran berbasis digital.

Kini, wajib pajak tak lagi harus datang ke bank untuk menyetor kewajiban. Pembayaran sudah bisa dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Tokopedia, ShopeePay, hingga QRIS.

Tak hanya itu, guna menekan potensi kebocoran pajak, Bapenda telah memasang sekitar 250 unit tapping box di hotel, restoran, tempat hiburan, dan area parkir.

Alat tersebut berfungsi merekam transaksi secara real-time sehingga pemerintah dapat memantau omzet wajib pajak secara langsung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah sepanjang 2026.

 

Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Haji Furoda di Cilacap, Kerugian Capai Rp 1,25 Miliar
Hadapi Kemarau 2026, BPBD Cilacap Siapkan 250 Tangki Air Bersih
HUT ke-170 Cilacap, Plt Bupati Ammy Dorong Kolaborasi Nyata Percepat Pembangunan
Pengurus PMI Cilacap 2026-2031 Dilantik, Target Perkuat Layanan Kemanusiaan
PSI Cilacap Kembangkan Ternak Bebek Peking di Bantarsari, Targetkan Kader Lebih Mandiri
TAGGED:opsen pkbpajak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan