Kesadaran warga dalam menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tidak luntur oleh zaman. Selama sepuluh tahun terakhir, warga setempat konsisten merawat tradisi “Bobok Bumbung”, sebuah cara unik melunasi pajak melalui tabungan di dalam ruas bambu.
Perayaan Dasawarsa Bobok Bumbung 2026 yang digelar di Desa Wisata Kampung Prapen, Sabtu (18/4/2026), menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal mampu menjadi mesin penggerak kepatuhan fiskal. Sebanyak 12 Jolen yang membawa bumbung-bumbung bambu dikirab oleh warga dari tiap RT, melambangkan gotong royong yang telah mengakar sejak tahun 2015.
Kepala Desa Pesanggrahan, Sarjo, menyatakan bahwa keberlanjutan tradisi ini sepenuhnya bergantung pada semangat masyarakat. Di penghujung masa jabatannya yang telah berjalan dua dekade, ia menitipkan pesan agar nilai-nilai ini tidak luntur.
”Sejujurnya saya merasa trenyuh (terharu) melihat semangat masyarakat. Tradisi ini tentu tidak akan berjalan sepuluh tahun jika hanya saya yang bergerak, ini semua berkat gotong royong warga,” kata Sarjo.
Ia berharap siapa pun pemimpin desa di masa depan tetap menjadikan pelestarian tradisi ini sebagai program prioritas dalam visi-misi pembangunan desa.
Capaian PBB dan Apresiasi Pemerintah
Berdasarkan data Pemerintah Desa Pesanggrahan, Baku PBB desa pada tahun 2026 mencapai Rp 255.682.863 dengan jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sebanyak 2.267 lembar. Melalui tabungan bambu tersebut, Desa Pesanggrahan berhasil menjadi desa tercepat kedua di Kabupaten Cilacap dalam hal pelunasan PBB tahun ini.
Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, yang hadir dalam prosesi “pembongkaran” bambu tabungan, mengapresiasi kemandirian warga. Menurutnya, kepatuhan warga dalam membayar pajak merupakan bentuk martabat sebuah desa.
”Tugas saya sekarang adalah memastikan setiap rupiah pajak Bapak dan Ibu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pengaspalan jalan, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik,” ujar Ammy.
Ia menambahkan, kedisiplinan warga Pesanggrahan menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk semakin amanah dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran publik.
Rangkaian Perayaan Budaya
Selain dimensi ekonomi dan pemerintahan, Bobok Bumbung juga dibalut dengan pementasan seni yang kental. Puncak acara ditandai dengan sendratari “Nyi Endang Laras” serta tari kolosal Jalungmas yang melibatkan 80 penari.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat (17/4/2026) melalui berbagai perlombaan dan Pentas Cowong. Acara akan ditutup pada Minggu (19/4/2026) dengan kegiatan Fun Run 5K serta pertunjukan kesenian tradisional Ebeg sebagai wujud syukur atas tuntasnya kewajiban pajak warga.

