cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Ramadhan Berlalu, Akankah Sajadah Kembali Terlipat?
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Khazanah > Ramadhan Berlalu, Akankah Sajadah Kembali Terlipat?
Khazanah

Ramadhan Berlalu, Akankah Sajadah Kembali Terlipat?

Arsya Al Kaisar
Last updated: 19 Maret 2026 13:03
Arsya Al Kaisar
Published: 19 Maret 2026
Share
Ramadhan shalat
Ilustrasi orang beribadah di bulan suci Ramadhan.(dok Pixabay)
SHARE

Gema takbir mulai menjauh, menandakan berakhirnya bulan suci Ramadhan. Namun, sebuah pertanyaan besar kini menghantam sanubari setiap Muslim: Apakah kedekatan dengan Sang Pencipta ikut pergi seiring berakhirnya bulan suci, ataukah ia membekas dalam wujud istiqamah?

Contents
  • ​Madrasah Takwa
  • ​Tanda Cahaya yang Belum Padam
  • ​Bukan Sekadar Garis Akhir

​Bagi sebagian besar umat Islam, Ramadhan layaknya tamu agung yang berhasil “memaksa” jiwa yang tertidur untuk bangkit kembali. Masjid-masjid penuh sesak, lantunan tilawah mengalir tiada henti, dan doa-doa panjang di sepertiga malam menjadi pemandangan indah yang menghiasi hari-hari kemarin.

​Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat rutinitas duniawi kembali menyapa. Mampukah ritme ibadah tersebut dijaga, atau justru kita kembali menjadi “asing” di hadapan Allah SWT?

 

​Madrasah Takwa

Ramadhan sejatinya bukan sekadar tujuan, melainkan sebuah madrasah (sekolah) ruhani. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah agar hamba-Nya menjadi orang yang bertakwa (la’allakum tattaqun).

​Ketua Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ, mengutip esensi ibadah, menyebutkan bahwa takwa adalah hasil akhir yang harus tumbuh. Jika selepas Ramadhan takwa tersebut tidak nampak, maka ada yang perlu diperiksa dalam perjalanan spiritual seseorang. Kedekatan sejati dengan Allah bukanlah euforia musiman, melainkan konsistensi (istiqamah) dalam ketaatan meski suasana kolektif Ramadhan telah usai.

 

​Tanda Cahaya yang Belum Padam

Salah satu indikator kedekatan dengan Allah adalah sensitivitas hati terhadap dosa. Jika setelah Ramadhan seseorang kembali ringan berbuat maksiat atau menunda taubat, hal itu menjadi alarm bahwa jarak dengan Sang Khaliq mulai melebar. Sebaliknya, bila hati masih bergetar saat tergelincir, itu pertanda cahaya Ramadhan belum sepenuhnya padam.

Baca Juga  Urgensi Menjaga Amanah: Mengapa Integritas Bukan Sekadar Retorika?

​Pertarungan sejati justru dimulai saat setan-setan kembali dilepaskan. Ramadhan telah melatih manusia menahan hawa nafsu, dan kualitas iman seseorang diuji melalui konsistensi amal pasca-hari raya. Apakah mushaf tetap terbuka? Apakah tahajud masih menyapa malam? Apakah sedekah tetap mengalir tanpa perlu diingatkan panitia?

 

​Bukan Sekadar Garis Akhir

Idul Fitri bukanlah garis akhir, melainkan hari kemenangan bagi mereka yang berhasil menjaga takwa. Fitri yang sejati adalah kembali kepada kesucian dan mempertahankannya selama sebelas bulan ke depan.

​Iman memang fluktuatif, namun yang berbahaya bukanlah turunnya iman, melainkan rasa aman dalam penurunan tersebut. Selama masih ada penyesalan dan keinginan untuk kembali, pintu ampunan Allah SWT tetap terbuka lebar.

​Ramadhan boleh saja pergi, namun “Rabb” atau Tuhan pemilik bulan Ramadhan tetap ada, Maha Melihat, dan Maha Mendengar. Ketaatan tidak mengenal jeda, dan ibadah tidak mengenal musim. Pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan sekadar Ramadhan yang baik, melainkan akhir hayat yang husnul khatimah dalam kedekatan dengan-Nya.

 

Malam Nisfu Syaban 1447 H, Gus Mikh Banjarnegara Ungkap Sejarah Perpindahan Kiblat
Mempersiapkan Bekal di Ambang Akhir: Introspeksi Diri Sebelum Hari Perhitungan
10 Kunci Mendidik Anak dengan Kasih Sayang Menurut Islam dan Sains
Pesan Mendalam Rasulullah: Menjadikan Tanda Kiamat Sebagai Kompas Moral di Era Modern
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Simak Jadwal, Keutamaan, dan 6 Amalan yang Dianjurkan
TAGGED:ranadhan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan