Indonesia kalah di partai puncak Piala Asia Futsal 2026. Bermain di kandang sendiri, Indonesia kalah melalui adu penalti dari Iran, Sabtu (7/2/2026) malam. Capaian Indonesia ini menjadikan Garuda sebagai salah satu lawan tangguh di partai puncak.
Dalam sejarah Piala Asia Futsal, sudah ada 18 partai final. Perinciannya, 14 final dimenangi Iran dan sisanya dimenangi Jepang. Belum ada selain dua negara itu yang bisa jadi juara Piala Asia Futsal.
Dari 18 kali partai final Piala Asia Futsal, hanya ada dua pertandingan yang harus diselesaikan melalui adu penalti. Dua laga itu adalah buti bahwa mereka yang kalah di final melalui adu penalti adalah lawan yang tangguh.
Final pertama yang berakhir dengan adu penalti adalah pada tahun 2014. Saat itu, Jepang berhasil menjadi juara setelah menang adu penalti melawan Iran. Di waktu normal sampai tambahan, kedudukan 2-2. Namun, di adu penalti, Jepang mampu menang 3-0.
Final kedua yang berakhir dengan adu penalti adalah Indonesia vs Iran. Di waktu normal dan tambahan, kedua tim berbagi angka 5-5. Namun, di adu penalti, Iran mampu menang 5-4. Sekalipun kalah, Indonesia membuktikan sebagai lawan yang tangguh di final.
Tetap Bangga Indonesia di Piala Asia Futsal 2026
Sekalipun kalah di final, apa yang dilakukan timnas futsal Indonesia sudah sangat luar biasa. Bermain di kandang sendiri, Indonesia menjadi tim yang sulit dikalahkan. Bahkan, jika menengok konsep menang kalah, sebenarnya Indonesia tidak pernah kalah jika acuannya adalah waktu normal dan tambahan.
Pasalnya, Indonesia bisa menahan Iran seri di waktu normal dan babak tambahan. Indonesia hanya “kalah” melalui adu penalti. Di ajang kali ini, Indonesia mampu mengalahkan Korea Selatan, Kirgistan, Vietnam, dan Jepang. Sementara Indonesia seri melawan Irak dan hanya kalah adu penalti dari Iran.

