Kawasan wisata Baturraden kembali menghadirkan destinasi nongkrong baru yang tengah viral dan mencuri perhatian warganet. Taman Bougenville Baturraden yang berlokasi di Desa Karangsalam kini dikenal sebagai tempat ngopi syahdu dengan suasana pedesaan yang asri.
Popularitas tempat ini meningkat pesat setelah sejumlah video media sosial memperlihatkan pengalaman ngopi santai di tengah pemandangan hijau yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Berbeda dari kafe modern di pusat kota, Taman Bougenville menawarkan pengalaman sederhana namun berkesan seperti duduk santai menikmati kopi dan camilan sambil memandang hamparan alam desa yang masih alami.
Daya tarik utama dari Bougenville Baturraden adalah menonjolkan suasana tenang khas pedesaan yang sangat kental. Terlihat para pengunjung duduk di kursi kayu dan meja sederhana yang menghadap langsung ke area hijau dengan pepohonan dan kebun warga yang rimbun. Tidak ada musik keras atau bangunan tertutup di lokasi ini, melainkan hanya suara alam dan obrolan santai yang menciptakan kesan hangat bagi siapa saja yang datang.
Konsep inilah yang membuat tempat tersebut dijuluki sebagai hidden gem oleh banyak pengunjung karena sangat cocok bagi mereka yang ingin menikmati kopi tanpa suasana ramai sekaligus mencari tempat istirahat setelah lelah berwisata di kawasan Baturraden.
Mengenai lokasinya, Taman Bougenville Baturraden berada di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Wisata ini masih berada di kawasan Kedung Nila yang terkenal dengan curug indahnya serta pemandangan langsung ke arah Gunung Slamet.
Desa Karangsalam sendiri memang sudah dikenal sebagai desa wisata yang memiliki potensi alam luar biasa mulai dari jalur trekking hingga beberapa curug populer. Akses menuju lokasi dapat ditempuh dari pusat Kota Purwokerto dengan waktu perjalanan sekitar 30 sampai 40 menit menggunakan kendaraan pribadi.
Dari jalan utama Baturraden, pengunjung akan masuk ke jalan desa yang relatif sempit namun tetap bisa dilalui dengan nyaman oleh sepeda motor maupun mobil.
Berdasarkan aktivitas pengunjung yang terekam dalam unggahan media sosial, Taman Bougenville Baturraden mulai buka sekitar pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Sampai saat ini pihak pengelola masih belum membuka operasionalnya hingga malam hari demi menjaga ketenangan suasana desa.
Waktu kunjungan paling ramai biasanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul sembilan saat udara masih terasa sejuk, serta pada sore hari menjelang matahari terbenam. Untuk memasuki area ini, pengunjung dikenakan tiket masuk khusus yang sangat terjangkau yaitu sebesar Rp 5.000 saja dan saat ini pengunjung juga tidak perlu membayar biaya parkir alias gratis.
Di dalam area wisata tersebut terdapat kafe lokal bernama Kalla Senja yang menawarkan beragam menu dengan harga bersahabat. Beberapa menu andalannya antara lain Mie Jebew yang dibanderol mulai Rp 11.000 hingga Rp 15.000.
Untuk makanan berat seperti mie rebus, nasi ayam bakar, hingga nasi goreng berkisar di harga Rp 11.000 sampai Rp 17.000. Tersedia juga berbagai makanan ringan mulai dari mendoan hingga jajanan kekinian dengan harga Rp 11.000 sampai Rp 15.000, serta aneka minuman dingin dan hangat yang sangat murah berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 12.000 saja. Harga tersebut menjadikan tempat ini sebagai alternatif tempat ngopi murah bagi wisatawan lokal maupun anak muda.
Taman Bougenville dengan Fasilitas Memadai
Meski mengusung konsep yang sederhana, Taman Bougenville Baturraden tetap menyediakan fasilitas yang cukup memadai untuk kenyamanan pengunjung. Tersedia area duduk luar ruangan dengan pemandangan alam desa yang luas, spot foto cantik dengan latar taman bunga bougenville, serta area terbuka yang cocok untuk bersantai bersama keluarga.
Kesederhanaan fasilitas ini justru menjadi nilai lebih karena selaras dengan konsep alami yang ditawarkan. Kehadiran destinasi ini menambah warna baru bagi pariwisata di Baturraden bagi mereka yang mencari pengalaman santai, alami, dan tidak berisik saat menikmati waktu senggang.

