Kabar gembira bagi warga Kabupaten Cilacap yang sering mengeluhkan kondisi jalan rusak. Di bawah kepemimpinan Bupati Syamsul Auliya Rachman, Pemerintah Kabupaten Cilacap resmi menetapkan tahun 2026 sebagai tahun momentum penguatan infrastruktur.
Meski diterpa tekanan fiskal, komitmen pembangunan tidak kendur. Hal ini ditegaskan Bupati Syamsul saat memimpin Apel Bersama di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Cilacap, Jumat (30/1/2026).
Berikut adalah poin-poin penting dalam gebrakan infrastruktur Cilacap tahun 2026:
1. Anggaran Rp 130 Miliar Harga Mati
Bupati yang akrab disapa Mas Syamsul ini menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp 130 miliar tetap dipertahankan khusus untuk perbaikan jalan. Anggaran ini juga mencakup penanganan jalan desa yang kini resmi ditarik pengelolaannya ke DPUPR sesuai amanat UU No. 1 Tahun 2022.
2. Bentuk “Tim Sapu Jagad” Respons Cepat
Menyadari bahwa 70% keluhan masyarakat didominasi masalah jalan, Bupati mendorong pembentukan tim respons cepat.
“Saya minta DPUPR membentuk tim seperti ‘Tim Sapu Jagad’. Begitu ada aduan pemeliharaan jalan, harus ditangani secara kilat,” tegas Bupati Syamsul.
3. Pantau Proyek Lewat Aplikasi ‘SimKiat’
Kini, masyarakat tidak perlu lagi meraba-raba soal progres pembangunan. DPUPR meluncurkan inovasi SimKiat (Sistem Informasi Kinerja Aktual). Aplikasi ini terintegrasi dengan Command Center, memungkinkan Bupati dan warga memantau kinerja dinas secara real-time.
Lobi Pusat dan Penataan Titik Nol
Kepala DPUPR Cilacap, Wahyu Ari Pramono, melaporkan bahwa tahun ini pihaknya mengelola total anggaran Rp 252,2 miliar. Dari anggaran tersebut, Bidang Bina Marga menjadi ujung tombak dengan 85 paket kegiatan.
“Saat ini kemantapan jalan kita sudah mencapai 82%. Kami juga terus melobi anggaran pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) serta fokus pada penataan Kawasan Titik Nol Cilacap,” ujar Wahyu.
Pesan Menohok Bupati Syamsul untuk Pegawai
Di hadapan 290 karyawan DPUPR, Bupati Syamsul menitipkan pesan agar menjaga soliditas. Ia menegaskan tidak ingin ada lagi dinamika jabatan yang mengganggu kinerja.
“Saya titip teman-teman PU harus kompak. Struktur sudah terisi, anggaran besar, maka tanggung jawab juga besar. Tahun 2026 harus lebih baik dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

