cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Curhat ke Gubernur Jateng soal Bankeu, KDMP, hingga Puskesmas
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Curhat ke Gubernur Jateng soal Bankeu, KDMP, hingga Puskesmas
Banyumas Raya

Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Curhat ke Gubernur Jateng soal Bankeu, KDMP, hingga Puskesmas

Syarif Tahmid
Last updated: 5 Februari 2026 21:53
Syarif Tahmid
Published: 6 Februari 2026
Share
Kades Banyumas Curhat soal dana desa
Kepala desa se-Banyumas menyampaikan kegelisahan soal menyusutnya dana desa kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mulai dari Bankeu, KDMP, hingga polemik relokasi Puskesmas. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KEPALA desa se-Banyumas menyampaikan kegelisahan pada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait menyusutnya dana desa. Melalui Paguyuban Kepala Desa Satria Praja, mereka menyampaikan langsung berbagai aspirasi langsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026).

Contents
  • Dana Desa Turun Tajam, Bangub Jadi Tumpuan Desa
  • KDMP Dianggap Strategis, Tapi Butuh Fleksibilitas
  • Relokasi Puskesmas Cilongok II Dinilai Membingungkan
  • Gubernur Instruksikan Koordinasi Lintas OPD
  • Ribuan KDMP di Jateng Sudah Beroperasi
  • KDMP Diminta Adaptif, Tak Boleh Kaku
  • Pemprov Fasilitasi Klarifikasi Relokasi Puskesmas

Dalam pertemuan tersebut, Paguyuban Kepala Desa Banyumas ini jurhat langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mulai masalah penyusutan dana desa, pemerataan bantuan keuangan (Bankeu) dan bantuan gubernur (Bangub), kendala pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga polemik relokasi Puskesmas Cilongok II yang dinilai membingungkan pemerintah desa.

Dana Desa Turun Tajam, Bangub Jadi Tumpuan Desa

Ketua Paguyuban Kades Satria Praja Kabupaten Banyumas, Saifuddin mengatakan, penurunan dana desa yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi persoalan paling mendesak yang dirasakan pemerintah desa.

Menurutnya, dengan adanya penyusutan dana desa tersebut membuat desa membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah provinsi, hal ini sangat penting agar pembangunan desa tetap berjalan.

“Saat ini dana desa terjun bebas. Praktis daerah harus berupaya bagaimana membangun desa. Harapan kami dengan menurunnya dana desa, maka Bangub menjadi sangat penting, paling tidak ada pemerataan untuk setiap desa,” ujar Saifuddin.

KDMP Dianggap Strategis, Tapi Butuh Fleksibilitas

Selain itu, paguyuban kepala desa Banyumas ini juga menyampaikan terkait pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Saifuddin menyampaikan bahwa di lapangan, banyak desa menghadapi kendala teknis dan administratif, mulai dari status tanah, pengurugan, hingga pembangunan gedung koperasi.

Baca Juga  Skandal Dugaan Penipuan Bank Mandiri Taspen Purwokerto Meluas, Korban Diduga Capai 30 Pensiunan

Ia menekankan pentingnya kejelasan regulasi, pendampingan, dan pelatihan berkelanjutan agar kepala desa tidak terjebak persoalan hukum. Menurutnya, KDMP merupakan program strategis untuk menggerakkan ekonomi desa, namun implementasinya harus menyesuaikan kondisi masing-masing desa.

“Banyak desa terpencil dengan penduduk sedikit dan tidak punya tanah kas desa. Kalau dipaksakan harus punya gedung sendiri, justru berpotensi mubazir. Model penggabungan seperti di Purworejo bisa jadi solusi,” katanya.

Relokasi Puskesmas Cilongok II Dinilai Membingungkan

Aspirasi lainnya berkaitan dengan relokasi Puskesmas Cilongok II. Saifuddin menjelaskan bahwa sebelumnya telah terbit surat penetapan relokasi pada 19 September 2025 yang menetapkan Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, sebagai lokasi baru.

Namun, kebijakan tersebut disebut berubah menyusul keputusan Bupati Banyumas yang menetapkan lokasi lain, sehingga menimbulkan kebingungan di tingkat desa.

Gubernur Instruksikan Koordinasi Lintas OPD

Menanggapi aspirasi para kepala desa, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Untuk persoalan Bankeu dan Bangub, ia meminta agar desa-desa yang belum menerima bantuan dapat diusulkan melalui anggaran perubahan.

“Bangub itu tolong diupayakan semua desa terakomodir. Jangan sampai perjuangan kepala desa terhambat karena keterbatasan anggaran,” kata Ahmad Luthfi kepada Kepala Dispermasdesdukcapil Jateng, Nadi Santoso.

Ribuan KDMP di Jateng Sudah Beroperasi

Terkait KDMP, Ahmad Luthfi menghadirkan langsung Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistyo Bramiyanto, untuk memberikan penjelasan kepada perwakilan kepala desa.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, hingga kini terdapat 8.523 KDMP yang telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 6.230 KDMP atau sekitar 74 persen sudah beroperasi, dengan total anggota sekitar 200 ribu orang dan akumulasi modal mencapai Rp34,1 miliar.

Baca Juga  Aliansi BEM Banjarnegara Gelar Diskusi Publik, Soroti Isu Pendidikan dan Buruh

Selain itu, sekitar 4.600 Koperasi Merah Putih dibangun oleh TNI, dengan lebih dari 200 unit telah beroperasi penuh. Tak kurang dari 17 ribu pengurus KDMP di Jawa Tengah juga telah mendapatkan pelatihan secara berkala.

KDMP Diminta Adaptif, Tak Boleh Kaku

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa meski setiap KDMP diarahkan memiliki tujuh unit usaha, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

“KDMP ini program nasional, jangan sampai elek-elekan. Pendampingan itu penting. Kalau tidak punya lahan, bisa digabung, jangan sak klem. Harus disesuaikan dengan kemampuan desa,” ujarnya.

Pemprov Fasilitasi Klarifikasi Relokasi Puskesmas

Sementara itu, terkait relokasi Puskesmas Cilongok II, Ahmad Luthfi meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas guna mengklarifikasi alasan perubahan lokasi relokasi. “Bupati punya kewenangan dan itu harus dihargai. Nanti coba dibantu komunikasi dengan Dinkes,” katanya.

*Ikuti video berita terbaru di media sosial kami.

Demo Ricuh hingga Bakar Ban! Ini Simulasi “Perang Kota” Polres Purbalingga Hadapi Ancaman Kontinjensi
Waspada Kelelahan Saat Mudik, Dinkes Banjarnegara Bagikan 10 Tips Sehat
Penganiaya Mahasiswa Asal Tegal Diamankan di Mapolresta Banyumas
Purbalingga Raih Peringkat 14 Nasional EPPD 2025, Masuk Kategori Kinerja Tinggi
Sawah Masuk Era Digital! Banjarnegara Optimalkan Drone untuk Perkuat Ketahanan Pangan
TAGGED:dana desaKades Banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan