Wilayah barat Kabupaten Cilacap tengah bersiap menyambut mega proyek infrastruktur bernilai fantastis. Bendungan Matenggeng, yang berlokasi di Sungai Cijolang, Kecamatan Dayeuhluhur, diproyeksikan menelan anggaran hingga Rp 7 triliun.
Angka ini melonjak drastis dari estimasi awal yang hanya berkisar di angka Rp 2 hingga Rp 3 triliun. Kenaikan signifikan tersebut terjadi setelah dilakukan pengembangan desain dan penguatan fungsi bendungan sebagai infrastruktur multifungsi.
Investasi Rp 7 Triliun untuk Kapasitas Raksasa
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengungkapkan bahwa penyesuaian anggaran ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk menjadikan Matenggeng sebagai salah satu penopang energi nasional.
”Setelah Detail Engineering Design (DED) disusun, nilai investasi meningkat menjadi sekitar Rp 7 triliun. Ini dipicu oleh penguatan fungsi, terutama integrasi PLTA dengan kapasitas mencapai 627 megawatt (MW),” ujar Syamsul, Selasa (19/1/2026).
Manfaat Bendungan Matenggeng bagi Masyarakat:
Bukan sekadar proyek mercusuar, dana triliunan tersebut dialokasikan untuk memberikan dampak nyata bagi warga di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat:
Sektor Energi: Menghasilkan listrik 627 MW melalui PLTA Matenggeng.
Ketahanan Pangan: Mengairi lahan pertanian seluas 28.000 hektare.
Air Bersih: Menyediakan air baku sebesar 1,08 meter kubik per detik.
Kendali Bencana: Mampu menurunkan potensi risiko banjir hingga 39,34 persen.
Rampung Kajian, Tinggal Tunggu Eksekusi
Meski kajian teknis dan DED dinyatakan telah rampung pada tahun 2025, saat ini pemerintah pusat masih melakukan sinkronisasi lintas sektoral.
”Masih ada proses penyelarasan antara Kementerian PUPR dan PT PLN (Persero). Apakah fungsi PLTA yang akan lebih dioptimalkan atau area irigasinya yang diperbesar,” lanjut Syamsul.
Proyek ini juga telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Kehadiran PLTA Matenggeng diharapkan mampu mengurangi beban Bendung Menganti yang saat ini kinerjanya dinilai sudah kurang optimal.
Cilacap Jadi Penerima Manfaat Terbesar
Walaupun lokasi bendungan berada di wilayah perbatasan lintas kabupaten, Syamsul menegaskan bahwa warga Cilacap-lah yang akan merasakan dampak paling signifikan.
”Sekitar 60 hingga 70 persen dampak positif proyek ini akan mengalir ke wilayah Cilacap Barat. Sisanya baru dirasakan oleh daerah tetangga seperti Banjar dan Kuningan,” katanya.
Dengan investasi jumbo ini, Bendungan Matenggeng diharapkan menjadi kunci ketahanan air, energi, dan pangan bagi masa depan Jawa Tengah bagian barat.

