Minat masyarakat Kabupaten Cilacap untuk menunaikan ibadah haji terus menunjukkan tren peningkatan. Pada musim haji 1447 Hijriah/2026, jumlah calon jamaah tercatat mencapai 1.270 orang, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Ribuan jamaah tersebut kini mulai menjalani rangkaian manasik haji terpadu yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Rangkaian manasik secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cilacap, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, para camat, serta perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang terlibat dalam pembinaan jamaah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cilacap Banu Thalib mengatakan jumlah jamaah tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 1.225 orang.
“Total jamaah yang mengikuti bimbingan manasik sekitar 1.296 orang. Angka itu termasuk jamaah asal Cilacap yang mutasi ke luar daerah namun tetap mengikuti manasik di Cilacap,” kata Banu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan manasik dilakukan secara terintegrasi. Kegiatan diawali di tingkat kabupaten, kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan selama empat hari ke depan yang tersebar di 14 lokasi.
Selain pelaksanaan manasik, Kementerian Haji dan Umrah juga meluncurkan Program Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan melalui Istiqomah Center. Program ini difokuskan untuk memberikan layanan prioritas serta pendampingan kesehatan jamaah sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan dari Tanah Suci.
Sementara itu, Sekda Cilacap Sadmoko Danardono yang mewakili Bupati Cilacap menilai manasik haji menjadi tahapan krusial bagi calon jamaah sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.
“Manasik haji bukan hanya pembelajaran teknis pelaksanaan ibadah, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual, termasuk menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan,” ujar Sadmoko.
Ia mengingatkan para calon jamaah untuk mengikuti seluruh rangkaian manasik secara serius, menjaga kesehatan, serta disiplin mengikuti arahan pembimbing dan petugas haji.
“Persiapan yang matang akan mendukung kelancaran serta kekhusyukan ibadah haji nantinya,” pungkasnya.

