Jangan remehkan sampah plastik yang menumpuk di dapur. Di tangan Ikhwan, warga Gang Ceger, Desa/Kecamatan Kalibening, tumpukan bekas kemasan sabun cair dan deterjen yang biasanya bikin kotor lingkungan, kini disulap menjadi barang bernilai ekonomi.
Berbekal kreativitas dan mesin jahit, Ikhwan mengubah limbah multilayer yang sulit terurai itu menjadi tas pensil, dompet kecil, hingga pouch serbaguna. Uniknya, motif asli dari kemasan sabun yang warna-warni justru memberikan kesan nyentrik dan modern pada produk buatannya.

BERAWAL DARI TUTUPNYA TPS
Ide kreatif ini tidak muncul begitu saja. Ikhwan mengaku tergerak saat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kalibening ditutup pada akhir tahun 2025 lalu. Masalah sampah yang sempat semrawut justru memicu imajinasinya.
“Melihat plastik kemasan sabun berserakan, saya timbul ide untuk menjadikannya kerajinan tangan. Pembuatannya terinspirasi dari media sosial,” ujar Ikhwan saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/2/2026).

PROSES MUDAH, HASIL BERKAH
Proses produksinya terbilang sederhana namun telaten. Dimulai dari mengumpulkan kemasan bekas, dicuci bersih, dikeringkan, lalu dipotong sesuai pola. Agar fungsional, Ikhwan menambahkan resleting dan tali pegangan yang kuat.
Selain ramah lingkungan, produk ini jadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan. Dengan modal receh, sampah tak bernilai bisa jadi rupiah.
”Awalnya cuma coba-coba pakai sampah di rumah sendiri. Ternyata banyak yang minat,” tambahnya.
HARGA MERAKYAT
Soal harga, Ikhwan tak mau mematok mahal. Sangat ramah di kantong warga:
- Dompet kecil: Rp5.000
- Tas mukenah: Rp8.000
- Tas laundry: Rp20.000
Ikhwan berharap langkah kecilnya ini bisa menularkan kesadaran bagi warga lain agar lebih bijak mengelola sampah rumah tangga. “Edukasi limbah ini penting untuk jaga lingkungan tetap asri,” pungkasnya.






