cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Menjemput Lailatul Qadar: Keutamaan Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Khazanah > Menjemput Lailatul Qadar: Keutamaan Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Khazanah

Menjemput Lailatul Qadar: Keutamaan Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Heri Cahyono
Last updated: 3 Maret 2026 20:55
Heri Cahyono
Published: 3 Maret 2026
Share
Malam lailatul qadar seribu bulan
Ilustrasi malam seribu bulan. (Freepik)
SHARE

Umat Islam di seluruh dunia kini bersiap memasuki fase krusial di penghujung Ramadhan, yakni sepuluh malam terakhir. Periode ini menjadi momentum yang paling dinantikan karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar.

Contents
  • ​Momen Turunnya Al-Qur’an
  • ​Strategi Menghidupkan 10 Malam Terakhir
  • ​Ibadah Tak Terbatas di Masjid

​Malam kemuliaan ini diyakini memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat ketiga: “Lailatul Qadri khairun min alfi syahr”, yang berarti malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Secara matematis, beribadah pada malam tersebut setara dengan beribadah selama kurang lebih 83 tahun.

 

​Momen Turunnya Al-Qur’an

​Lailatul Qadar bukan sekadar malam penuh pahala, namun juga merupakan peringatan sejarah agung turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain dalam Surah Al-Qadr, keutamaan malam ini juga disinggung dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 sebagai lailatin mubarakatin atau malam yang penuh dengan keberkahan.

​Pada malam tersebut, para malaikat termasuk Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Allah SWT untuk mengatur segala urusan dan membawa kedamaian hingga terbit fajar.

 

​Strategi Menghidupkan 10 Malam Terakhir

​Meski banyak yang memprediksi Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 berdasarkan kajian numerik tertentu, para ulama menegaskan bahwa waktu pastinya merupakan rahasia Allah. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan memperbanyak i’tikaf dan meningkatkan intensitas ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir.

​Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi waktu-waktu lainnya.

​Tiga Makna Utama Menghidupkan Malam Terakhir Ramadhan:

​Wujud Syukur: Sebagai bentuk apresiasi atas turunnya Al-Qur’an.

​Penguatan Rohani: Upaya meneguhkan jiwa melalui kedekatan spiritual yang intens.

Baca Juga  Makna Idul Fitri: Menemukan Kemenangan Sejati Melalui Pintu Maaf

​Peningkatan Derajat: Sarana untuk mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah SWT.

 

​Ibadah Tak Terbatas di Masjid

​Bagi umat Muslim yang memiliki keterbatasan untuk melakukan i’tikaf di masjid, ibadah tetap dapat dimaksimalkan di rumah. Amalan seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, doa, serta salawat tetap memiliki nilai yang besar untuk memperkuat ikatan spiritual kepada Sang Pencipta.

​Mengingat usia manusia yang belum tentu mencapai 83 tahun, meraih keberkahan Lailatul Qadar menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Sepuluh malam terakhir ini adalah fase bagi setiap Muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebelum Ramadhan berpamitan.

 

Mengenal Dabbatul Ard: Binatang Akhir Zaman dan Tugasnya Menandai Umat Manusia
10 Peran Vital Ayah dalam Membentuk Mental Anak, Bukan Sekadar Pencari Nafkah
10 Bekal Utama Muslimah Menuju Pernikahan: Bukan Sekadar Modal Cinta
Mudik: Lebih dari Sekadar Mobilisasi, Sebuah Perjalanan Sakral Menjemput Ridha Allah
Persak Kebumen Dapat Hasil Positif Lawan PSIM U20
TAGGED:lailatul qadarmalam seribu bulan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan