Umat Islam di seluruh dunia kini bersiap memasuki fase krusial di penghujung Ramadhan, yakni sepuluh malam terakhir. Periode ini menjadi momentum yang paling dinantikan karena di dalamnya terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar.
Malam kemuliaan ini diyakini memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat ketiga: “Lailatul Qadri khairun min alfi syahr”, yang berarti malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Secara matematis, beribadah pada malam tersebut setara dengan beribadah selama kurang lebih 83 tahun.
Momen Turunnya Al-Qur’an
Lailatul Qadar bukan sekadar malam penuh pahala, namun juga merupakan peringatan sejarah agung turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain dalam Surah Al-Qadr, keutamaan malam ini juga disinggung dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 sebagai lailatin mubarakatin atau malam yang penuh dengan keberkahan.
Pada malam tersebut, para malaikat termasuk Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Allah SWT untuk mengatur segala urusan dan membawa kedamaian hingga terbit fajar.
Strategi Menghidupkan 10 Malam Terakhir
Meski banyak yang memprediksi Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 berdasarkan kajian numerik tertentu, para ulama menegaskan bahwa waktu pastinya merupakan rahasia Allah. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan memperbanyak i’tikaf dan meningkatkan intensitas ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi waktu-waktu lainnya.
Tiga Makna Utama Menghidupkan Malam Terakhir Ramadhan:
Wujud Syukur: Sebagai bentuk apresiasi atas turunnya Al-Qur’an.
Penguatan Rohani: Upaya meneguhkan jiwa melalui kedekatan spiritual yang intens.
Peningkatan Derajat: Sarana untuk mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah SWT.
Ibadah Tak Terbatas di Masjid
Bagi umat Muslim yang memiliki keterbatasan untuk melakukan i’tikaf di masjid, ibadah tetap dapat dimaksimalkan di rumah. Amalan seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, doa, serta salawat tetap memiliki nilai yang besar untuk memperkuat ikatan spiritual kepada Sang Pencipta.
Mengingat usia manusia yang belum tentu mencapai 83 tahun, meraih keberkahan Lailatul Qadar menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Sepuluh malam terakhir ini adalah fase bagi setiap Muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebelum Ramadhan berpamitan.

