Ketua DPRD Jateng Sumanto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan beternak ayam kampung secara sederhana. Bahkan, beternak ayam kampung bisa sebagai sumber pendapatan tambahan yang menjanjikan.
Dia mengungkapkan, beternak ayam kampung relatif mudah dan tidak membutuhkan modal besar. Di sisi lain, permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung cenderung stabil. Bahkan, bisa meningkat karena dianggap lebih sehat dan memiliki cita rasa khas dibandingkan ayam ras.
“Peternakan berdaya dapat dimulai dari skala kecil dengan memelihara sepuluh ayam kampung betina dan satu ayam kampung jantan. Ini modalnya kecil dan tidak muluk-muluk, tapi hasilnya menjanjikan,” ujarnya saat menggelar Sosialisasi di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.
Dia mengatakan, beternak ayam kampung tidak harus langsung dalam jumlah besar. Yang penting, lanjutnya, konsisten dalam perawatan, menjaga kebersihan kandang, serta memperhatikan kesehatan ayam. Ayam kampung sendiri memiliki keunggulan daya tahan tinggi terhadap penyakit, pertumbuhannya cepat, produksi telur tinggi mencapai 60 hingga 100 butir per tahun, dagingnya gurih dan disukai pasar lokal, serta cocok untuk usaha skala kecil dan menengah.
Sementara itu, pencegahan dari penyakit juga relatif mudah. Yaitu dengan memberikan ramuan Kunyit, Temulawak, Jahe (Kuteja), menghindari kandang lembap, membuat ventilasi udara, karantina ayam baru minimal 7 hari, serta menjaga kebersihan kandang.
Sumanto Ungkap terkait Pemanfaatan Racikan Limbah Dapur
Ketua DPRD Jateng itu mengatakan, pakan ayam juga bisa memanfaatkan racikan limbah dapur yang direbus. Setelah pakan racikan diberikan secara rutin pada ayam kampung petelur, berpotensi menghasilkan telur dengan kandungan omega 3 yang lebih tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan nutrisi otak. Hal tersebut ditandai dengan kualitas kuning telur yang lebih padat dan elastis, sehingga tidak mudah pecah saat dicubit sebagai indikator meningkatnya kandungan omega 3.
Sumanto menambahkan, metode tersebut mampu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
“Usaha ternak ayam kampung ini jika ditekuni dan berhasil bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, bisa menabung dan penghasilannya tak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sumanto.
Dia mencontohkan, seekor Ayam Jawa bisa menghasilkan 60 butir telur dalam setahun. Sedangkan ayam persilangan bisa bertelur hingga 300 butir setahun. Jika warga memelihara 10 ekor ayam, hasilnya sudah bisa dihitung. “Ini usaha yang potensial. Keuntungannya berlipat-lipat asal tahu caranya. Banyak peternak ayam yang keuntungannya tembus puluhan juta sebulan,” katanya.

