cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Kupat Tahu Hj. Sapen, Kuliner Legendaris Cilacap Sejak 1969 yang Tetap Eksis di Majenang
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Kupat Tahu Hj. Sapen, Kuliner Legendaris Cilacap Sejak 1969 yang Tetap Eksis di Majenang
Cilacap

Kupat Tahu Hj. Sapen, Kuliner Legendaris Cilacap Sejak 1969 yang Tetap Eksis di Majenang

Kurnia
Last updated: 4 Maret 2026 11:30
Kurnia
Published: 4 Maret 2026
Share
Satu porsi Kupat Tahu Hj. Sapen di Majenang, Cilacap. (Foto: Google Review/Elin Wahyuni) 
Satu porsi Kupat Tahu Bu Hj. Sapen di Majenang, Cilacap. (Foto: Google Review/Elin Wahyuni) 
SHARE

Nama Kupat Tahu Hj. Sapen bukanlah hal asing bagi warga Majenang dan sekitarnya. Kuliner legendaris Cilacap ini telah hadir sejak sekitar tahun 1969 dan hingga kini tetap menjadi rujukan utama pencinta kupat tahu di wilayah barat Kabupaten Cilacap.

Contents
  • Sejarah Kupat Tahu Hj. Sapen di Majenang
  • Cita Rasa Autentik yang Bertahan Puluhan Tahun
  • Ikon Kuliner Legendaris Cilacap

Di tengah perubahan zaman dan berkembangnya tren kuliner modern, Kupat Tahu Hj. Sapen tetap bertahan dengan resep tradisional yang diwariskan lintas generasi. Konsistensi rasa dan kesederhanaan penyajian menjadi kunci yang membuatnya tetap dicari.

 

Sejarah Kupat Tahu Hj. Sapen di Majenang

Melansir berbagai sumber, Kupat Tahu Hj. Sapen dirintis lebih dari setengah abad lalu, bermula dari sebuah lapak sederhana di kawasan Pasar Lama Majenang. Area tersebut dulunya merupakan pusat keramaian kota kecil di barat Cilacap, yang kini telah bertransformasi menjadi taman kota.

Sejak awal berdirinya, seporsi kupat tahu racikan Hj. Sapen berhasil menarik perhatian masyarakat. Cita rasanya yang khas membuat banyak pelanggan datang kembali, bahkan menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas kuliner harian.

Sejarah perubahan lokasi tempat berjualan Kupat Tahu Hj. Sapen. (Foto: Google Street View)
Sejarah perubahan lokasi tempat berjualan Kupat Tahu Bu Hj. Sapen. (Foto: Google Street View)

Seiring perubahan kawasan dan perkembangan kota, warung ini pun mengalami perpindahan lokasi. Pada tahun 2009, Kupat Tahu Hj. Sapen menetap di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di sisi jalan lingkar selatan Majenang, berseberangan dengan SMK Yos Sudarso atau Jalan Yos Sudarso, Tanjungsari, Sindangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Lokasi tersebut kini menjadi titik baru yang tetap ramai disambangi pelanggan lama maupun pendatang.

Tongkat estafet usaha kini dilanjutkan oleh Darsih, menantu almarhumah Hj. Sapen. Meski usianya telah melewati 60 tahun, ia tetap mempertahankan racikan asli tanpa perubahan berarti. Dibantu seorang pekerja, Darsih memastikan setiap porsi kupat tahu yang disajikan memiliki kualitas dan rasa yang konsisten seperti dahulu.

Baca Juga  Heboh Paus Tutul Raksasa Terdampar di Pantai Nusawungu Cilacap

 

Cita Rasa Autentik yang Bertahan Puluhan Tahun

Satu porsi kupat tahu di warung ini disajikan secara sederhana tanpa banyak tambahan modern. Irisan kupat dan tahu ditata bersama tauge segar, kerupuk, serta suwiran ayam yang gurih. Setelah itu, kuah santan hangat disiramkan perlahan, mengeluarkan aroma khas yang langsung menggugah selera.

Perpaduan kuah santan yang gurih dengan tekstur kupat yang lembut menciptakan rasa yang seimbang. Tahu goreng yang empuk di bagian dalam menambah kekayaan tekstur saat disantap.

Keistimewaan lainnya terletak pada kerupuk singkong khas Majenang berwarna merah muda. Kerupuk ini memberikan sensasi renyah saat digigit, lalu perlahan melembut ketika terkena kuah santan. Perubahan tekstur tersebut menghadirkan pengalaman rasa yang unik dan sulit dilupakan.

Pembeli juga diberi keleluasaan untuk menyesuaikan rasa sesuai selera. Selain topping ayam suwir, tersedia pilihan ati ampela bagi yang menginginkan variasi. Di atas meja, tersedia sambal, kecap manis, dan cuka untuk diracik sesuai preferensi masing-masing.

Soal harga, Kupat Tahu Hj. Sapen tetap terjangkau. Dengan Rp20 ribu per porsi, pelanggan sudah dapat menikmati hidangan legendaris yang kaya rasa dan mengenyangkan.

 

Ikon Kuliner Legendaris Cilacap

Lebih dari sekadar tempat makan, Kupat Tahu Hj. Sapen telah menjadi bagian dari identitas kuliner Majenang. Usaha yang dirintis sejak 1969 ini membuktikan bahwa kekuatan rasa dan konsistensi mampu menjaga eksistensi di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat.

Bagi masyarakat lokal, warung ini menyimpan nilai nostalgia. Sementara bagi pendatang, Kupat Tahu Hj. Sapen menawarkan pengalaman mencicipi kuliner legendaris Cilacap yang autentik.

Dengan sejarah panjang, racikan yang tetap terjaga, serta cita rasa khas yang sulit ditiru, Kupat Tahu Hj. Sapen terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi kuliner wajib saat berkunjung ke Majenang.

Baca Juga  Tragis! Bocah 9 Tahun di Gandrungmangu Hilang Saat Bermain Air, Ditemukan Tak Bernyawa

***

Menilik Keseruan 3 Paket Wisata di Desa Kamulyan Cilacap
Menteri Agus Andrianto Tinjau Workshop FABA Nusakambangan, Produksi Libatkan 30 WBP
Tradisi Sambut Ramadan, 900 Warga Bojong Cilacap Bersihkan Makam
Luas Tambah Tanam Cilacap Dipatok Naik 174 Ribu Hektar di 2026, Ini Upayanya
Taman Marlin Cilacap: 7 Alasan Wajib Dikunjungi Meski Minat ke RTH Masih Rendah
TAGGED:kuliner cilacapkupat tahu hj. sapenwisata kuliner
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan