cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Masjid Agung Nur Sulaiman, Cagar Budaya Bersejarah di Kawasan Kota Lama Banyumas
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Masjid Agung Nur Sulaiman, Cagar Budaya Bersejarah di Kawasan Kota Lama Banyumas
Banyumas Raya

Masjid Agung Nur Sulaiman, Cagar Budaya Bersejarah di Kawasan Kota Lama Banyumas

Kurnia
Last updated: 11 Maret 2026 21:54
Kurnia
Published: 12 Maret 2026
Share
Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas
Masjid Agung Nur Sulaiman yang berada di kawasan kota lama Banyumas. (Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id)
SHARE

Keberadaan Masjid Agung Nur Sulaiman di kawasan kota lama Banyumas, Jawa Tengah, menjadi salah satu bukti penting perjalanan sejarah Islam di wilayah tersebut.

Contents
  • Masjid Bersejarah di Pusat Kota Lama Banyumas
  • Terdaftar sebagai Bangunan Cagar Budaya
  • Perubahan Nama Masjid Sejak Tahun 1992
  • Didirikan Sejak Abad ke-18
  • Keaslian Arsitektur Masih Terjaga
  • Warisan Sejarah dan Wisata Religi Banyumas

Bangunan yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, arsitektur tradisional, dan perkembangan tata kota lama Banyumas.

 

Masjid Bersejarah di Pusat Kota Lama Banyumas

Masjid Agung Nur Sulaiman berada di sisi barat Alun-Alun Banyumas, tepatnya di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasi ini dahulu merupakan pusat pemerintahan kabupaten sebelum akhirnya dipindahkan ke Purwokerto.

Pada masa itu, kawasan Banyumas menjadi pusat aktivitas pemerintahan sekaligus kehidupan masyarakat. Penempatan masjid di sisi barat alun-alun mengikuti konsep tata kota tradisional Jawa, di mana masjid menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus ruang sosial masyarakat.

Hingga saat ini, kawasan tersebut masih dikenal sebagai kota lama Banyumas yang menyimpan berbagai bangunan bersejarah, termasuk pendopo pemerintahan dan sejumlah bangunan tua lainnya.

 

Terdaftar sebagai Bangunan Cagar Budaya

Nilai sejarah yang dimiliki Masjid Agung Nur Sulaiman membuatnya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Bangunan ini telah terdaftar sejak tahun 2004 oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dengan nomor registrasi 11-12/Bas/44/TB/04.

Penetapan tersebut membuat masjid ini berada di bawah perlindungan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, sehingga keberadaannya dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah.

Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas
Detail arsitektur bangunan masjid yang masih mempertahankan unsur tradisional hingga sekarang. (Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id)

 

Perubahan Nama Masjid Sejak Tahun 1992

Pada awalnya, masjid ini dikenal sebagai Masjid Agung Banyumas. Namun pada tahun 1992, nama tersebut resmi diubah menjadi Masjid Agung Nur Sulaiman Banyumas.

Baca Juga  Kemenkum Jateng Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Banyumas, dari Durian Bawor hingga Ciu Cikakak

Perubahan nama tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang memiliki peran dalam sejarah perkembangan masjid tersebut. Sejak saat itu, nama Masjid Agung Nur Sulaiman lebih dikenal oleh masyarakat setempat maupun para pengunjung yang datang ke kawasan kota lama Banyumas.

 

Didirikan Sejak Abad ke-18

Secara historis, masjid ini diperkirakan dibangun setelah berdirinya Pendopo Bale Sipanji, sekitar setelah tahun 1755. Pada masa itu, pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas masih berada di wilayah Banyumas sebelum akhirnya dipindahkan ke Purwokerto.

Arsitektur bangunan masjid menampilkan ciri khas gaya Banyumas yang sederhana tetapi kokoh. Atap berbentuk limasan menjadi karakter utama yang umum digunakan pada bangunan penting dalam arsitektur tradisional Jawa.

Pada masa awal pembangunannya, bagian mustaka atau puncak atap menggunakan bahan welit yang terbuat dari anyaman daun tebu. Seiring waktu, bahan tersebut diganti dengan seng bergelombang karena lebih kuat dan lebih mudah diperoleh.

Perubahan juga terjadi pada bagian lantai. Awalnya lantai masjid hanya berupa semen, kemudian pada tahun 1929 diganti menggunakan tegel agar lebih nyaman dan tahan lama.

 

Keaslian Arsitektur Masih Terjaga

Meskipun telah berusia ratusan tahun, bangunan Masjid Agung Nur Sulaiman masih mempertahankan banyak unsur arsitektur aslinya. Struktur utama bangunan tidak mengalami perubahan signifikan, sehingga karakter historisnya tetap terjaga.

Beberapa elemen lama masih dapat dilihat hingga kini, seperti jendela-jendela kayu yang mengelilingi bangunan. Jendela tersebut dibuat dari kayu jati yang terkenal kuat dan awet.

Keunikan lainnya terletak pada bagian mihrab. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang memiliki atap mihrab menyatu dengan bangunan utama, di masjid ini ruang mihrab memiliki atap tersendiri yang terpisah dari atap utama.

Baca Juga  Mendikdasmen Alokasikan Rp 14 Triliun untuk Revitalisasi 11.744 Sekolah di 2026 ​

Di bagian puncak atap bangunan utama maupun mihrab terdapat mustaka berbentuk gada yang menjadi ciri khas masjid ini. Mustaka yang ada saat ini merupakan pengganti dari mustaka lama yang pernah rusak akibat sambaran petir sekitar pertengahan abad ke-20.

 

Warisan Sejarah dan Wisata Religi Banyumas

Masjid Agung Nur Sulaiman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol perjalanan sejarah Kabupaten Banyumas. Keberadaannya yang telah bertahan sejak abad ke-18 menjadikannya saksi perkembangan Islam dan tata kota tradisional di wilayah tersebut.

Dengan statusnya sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi undang-undang, masjid ini terus dirawat dan dilestarikan agar tetap menjadi warisan sejarah sekaligus destinasi wisata religi di Banyumas.

***

Persibas vs Persak: Tebak Skor Berhadiah Uang
Kisah Santri Al Ijtihad Banyumas Panen 25 Kuintal Cabai
Menguak Jejak Tokoh Besar, Historia Perwira Dorong Purbalingga Jadi Kota Inspiratif
Polresta Banyumas Fasilitasi Mediasi Kasus Kekerasan Remaja di Pekuncen
Seniman Banyumas Tegas Tolak Pembangunan Gedung Koperasi di Taman Budaya Soetedja
TAGGED:banyumasmasjid agung nur sulaimanwisata religi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan