cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Menjaga Tebing Sungai Merawu dengan Dekem, Kearifan Lokal Warga Banjarnegara
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Menjaga Tebing Sungai Merawu dengan Dekem, Kearifan Lokal Warga Banjarnegara
Banyumas Raya

Menjaga Tebing Sungai Merawu dengan Dekem, Kearifan Lokal Warga Banjarnegara

Heri Cahyono
Last updated: 18 April 2026 20:44
Heri Cahyono
Published: 19 April 2026
Share
Warga Desa Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara saat hendak memasang DEKEM, anyaman bambu raksasa untuk menaham erosi sungai, Sabtu (18/4/2026). (foto: Kominfo Banjarnegara)
Warga Desa Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara saat hendak memasang DEKEM, anyaman bambu raksasa untuk menaham erosi sungai, Sabtu (18/4/2026). (foto: Kominfo Banjarnegara)
SHARE

Di tengah derasnya arus Sungai Merawu, warga Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tetap teguh menjaga tradisi leluhur dalam menjaga ekosistem sungai. Mereka menggunakan dekem, sebuah struktur anyaman bambu raksasa yang berfungsi sebagai benteng alami penahan erosi tebing sungai.

​Pada Sabtu (18/4/2026) pagi, suasana di bantaran Sungai Merawu tampak riuh oleh aktivitas warga. Sejumlah pria paruh baya hingga pemuda bahu-membahu meraut dan menganyam batang-batang bambu tali. Mereka sedang membuat dekem, struktur penguat tebing yang secara fungsi serupa dengan bronjong kawat modern, namun sepenuhnya menggunakan material alam.

​Bentuk dekem tergolong masif. Diameternya mencapai satu hingga dua meter dengan tinggi lebih dari tiga meter. Karena ukurannya yang jumbo, proses pembuatannya mustahil dilakukan seorang diri.

​”Pembuatan dekem ini memang tidak bisa sendiri, harus dikerjakan bersama-sama mulai dari penebangan hingga jadi,” ujar Maryono, salah satu perajin setempat di sela kegiatannya, Sabtu.

​Teknik pembuatannya dimulai dengan pemilihan bambu tali berkualitas yang kemudian diraut tipis namun tetap kuat untuk dianyam. Setelah keranjang raksasa terbentuk, struktur tersebut diletakkan di titik-titik rawan longsor atau area yang sering tergerus arus. Agar kokoh, dekem kemudian diisi dengan tumpukan batu sungai hingga padat.

​Maryono menjelaskan bahwa kearifan lokal ini memiliki keunikan pada daya tahannya. Berbeda dengan material lain yang mungkin berkarat, bambu yang terus-menerus terendam air justru diklaim akan semakin kuat dan liat. “Bahkan, struktur ini mampu bertahan hingga puluhan tahun,” tambahnya.

​Kepala Desa Banjarmangu, Nurul Hilal Eko Prayitno, menegaskan bahwa pemerintah desa sangat mendukung pelestarian tradisi ini. Selain karena efektivitasnya dalam mencegah erosi, proses pembuatan dekem menjadi ruang sosial bagi warga untuk merawat semangat gotong royong.

Baca Juga  Polres Purbalingga Kirimkan Bantuan Warga Terdampak Bencana di Pengungsian

​”Dekem ini memang sudah ada sejak dulu. Ukurannya besar karena nantinya diisi batu sebagai penguat untuk menahan arus dan mencegah erosi,” kata Nurul.

​Keberadaan dekem di Desa Banjarmangu menjadi bukti nyata bahwa solusi berbasis alam (nature-based solutions) warisan nenek moyang tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan lingkungan di era modern.

​

Nasib Apes Karyawan Toko Jus: Diperas Rp15 Juta, Bupati Banjarnegara Turun Tangan!
Mengenal Sapu Tepes, Kerajinan Unggulan Desa Tambaknegara Banyumas
Mie Bogor & Soto Betawi Bang Asep, Sensasi Kuliner Otentik di Purwokerto
DPRD Purbalingga Tetapkan Rekomendasi LKPJ Bupati Tahun 2025, Apa Saja Masukannya?
Roti Bakar Legendaris Pak Markus, Cita Rasa Klasik dari Bara Arang di Purbalingga
TAGGED:anyamanBanjarnegaradekemerosisungai merawu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan