Di tengah derasnya arus Sungai Merawu, warga Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tetap teguh menjaga tradisi leluhur dalam menjaga ekosistem sungai. Mereka menggunakan dekem, sebuah struktur anyaman bambu raksasa yang berfungsi sebagai benteng alami penahan erosi tebing sungai.
Pada Sabtu (18/4/2026) pagi, suasana di bantaran Sungai Merawu tampak riuh oleh aktivitas warga. Sejumlah pria paruh baya hingga pemuda bahu-membahu meraut dan menganyam batang-batang bambu tali. Mereka sedang membuat dekem, struktur penguat tebing yang secara fungsi serupa dengan bronjong kawat modern, namun sepenuhnya menggunakan material alam.
Bentuk dekem tergolong masif. Diameternya mencapai satu hingga dua meter dengan tinggi lebih dari tiga meter. Karena ukurannya yang jumbo, proses pembuatannya mustahil dilakukan seorang diri.
”Pembuatan dekem ini memang tidak bisa sendiri, harus dikerjakan bersama-sama mulai dari penebangan hingga jadi,” ujar Maryono, salah satu perajin setempat di sela kegiatannya, Sabtu.
Teknik pembuatannya dimulai dengan pemilihan bambu tali berkualitas yang kemudian diraut tipis namun tetap kuat untuk dianyam. Setelah keranjang raksasa terbentuk, struktur tersebut diletakkan di titik-titik rawan longsor atau area yang sering tergerus arus. Agar kokoh, dekem kemudian diisi dengan tumpukan batu sungai hingga padat.
Maryono menjelaskan bahwa kearifan lokal ini memiliki keunikan pada daya tahannya. Berbeda dengan material lain yang mungkin berkarat, bambu yang terus-menerus terendam air justru diklaim akan semakin kuat dan liat. “Bahkan, struktur ini mampu bertahan hingga puluhan tahun,” tambahnya.
Kepala Desa Banjarmangu, Nurul Hilal Eko Prayitno, menegaskan bahwa pemerintah desa sangat mendukung pelestarian tradisi ini. Selain karena efektivitasnya dalam mencegah erosi, proses pembuatan dekem menjadi ruang sosial bagi warga untuk merawat semangat gotong royong.
”Dekem ini memang sudah ada sejak dulu. Ukurannya besar karena nantinya diisi batu sebagai penguat untuk menahan arus dan mencegah erosi,” kata Nurul.
Keberadaan dekem di Desa Banjarmangu menjadi bukti nyata bahwa solusi berbasis alam (nature-based solutions) warisan nenek moyang tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan lingkungan di era modern.

