Upaya pelestarian lingkungan di wilayah hulu Sungai Serayu terus diperkuat melalui inisiatif “Kampung Ilmu” yang digagas oleh Serayu Network. Program ini menjadi proyek percontohan konservasi yang mengintegrasikan aspek penghijauan dengan pemberdayaan ekonomi bagi para petani dan peternak di Banjarnegara, Jawa Tengah.
Ketua Dewan Pembina Serayu Network, Maman Fansyah, menyatakan bahwa pendekatan yang dilakukan pihaknya bukan sekadar seremonial penanaman pohon. Program ini dirancang untuk menjawab persoalan mendasar di masyarakat, khususnya ancaman tanah bergerak dan longsor yang kerap menghantui kawasan hulu.
”Kami mendorong masyarakat untuk menanam bukan hanya karena imbauan, tetapi karena kebutuhan nyata, baik untuk menjaga lingkungan maupun mendukung pakan ternak,” ujar Maman pada Minggu (19/4/2026).
Sebagai langkah konkret, Serayu Network secara rutin mendistribusikan bibit pohon kepada warga. Dalam aksi terbaru di wilayah Pagentan, sebanyak 1.000 bibit tanaman dikirimkan, yang terdiri dari 500 bibit kaliandra, 300 indigofera, dan 200 lamtoro. Maman menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman tersebut dilakukan dengan pertimbangan matang. Selain memiliki akar yang kuat untuk menahan laju erosi, tanaman tersebut merupakan sumber pakan ternak berkualitas tinggi.
Kondisi geografis di sekitar Sungai Merawu saat ini dinilai cukup memprihatinkan akibat intensitas longsor yang tinggi. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian serius meliputi Desa Karangtengah dan Pandansari di Kecamatan Wanayasa, serta Desa Gumingsir, Kalitelaga, dan Pagentan di Kecamatan Pagentan.
Melalui gerakan ini, partisipasi warga muncul secara organik. Maman menyebutkan banyak warga yang terlibat secara sukarela, bahkan bersedia mengeluarkan biaya pribadi sebagai bentuk komitmen menjaga ruang hidup mereka.
”Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perubahan hanya bisa terjadi jika dilakukan bersama. Harapannya, ke depan kawasan ini tidak hanya hijau, tetapi juga lebih aman dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tegasnya.
Gerakan Hijau Serayu Network diharapkan mampu menjadi model bagi daerah lain bahwa konservasi lingkungan bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.

