Tragedi memilukan menimpa seorang santriwati berinisial A (16) di objek wisata Curug Kanesia, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Korban yang merupakan warga Majenang, Cilacap, dinyatakan meninggal dunia setelah terpeleset dan tenggelam saat sedang asyik berswafoto (selfie) bersama rekan-rekannya, Selasa (12/5/2026).
Insiden bermula ketika rombongan santri dari Zamzam Integrated Islamic School (ZIIS) tengah mengikuti kegiatan hafiz di Gedung Diklat Baturraden. Memanfaatkan waktu luang sekitar pukul 08.30 WIB, korban bersama sejumlah rekannya berjalan menuju area air terjun untuk berwisata.
Namun, keceriaan itu berubah menjadi duka saat korban mencoba mengambil foto di titik yang cukup ekstrem. Kondisi bebatuan yang licin membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalam pusaran air terjun sekitar pukul 09.00 WIB.
Respons Cepat Tim SAR
Kepala Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto, membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya berkoordinasi dengan Kantor SAR Cilacap untuk mengerahkan tim penyelamat.
”Tim rescue tiba di lokasi pukul 10.08 WIB dan langsung melakukan koordinasi serta assessment. Berkat upaya maksimal, korban berhasil ditemukan pada pukul 10.15 WIB,” ujar Amin.
Korban langsung dievakuasi menuju RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, namun nyawanya tidak tertolong. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.
Peringatan Bagi Wisatawan
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan di lokasi wisata alam akibat kurangnya kewaspadaan. Pihak SAR mengimbau kepada seluruh pengelola wisata dan pengunjung untuk lebih memperhatikan papan peringatan, terutama di area yang memiliki risiko tinggi seperti air terjun.
”Kami mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan berswafoto di lokasi ekstrem. Area curug umumnya licin dan memiliki arus bawah yang membahayakan,” pungkasnya.

