Beranda / Banyumas Raya / Parkir Liar Peserta Jalan Sehat Hardiknas di Banyumas Dikeluhkan Warga

Parkir Liar Peserta Jalan Sehat Hardiknas di Banyumas Dikeluhkan Warga

Parkir Liar Peserta Jalan Sehat Hardiknas di Banyumas Dikeluhkan Warga

Kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berpusat di area Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas memicu keluhan warga sekitar. Acara yang digelar pada Sabtu (23/5/2026) pagi tersebut dinilai minim koordinasi, hingga mengakibatkan semrawutnya kantong parkir dan mengganggu aktivitas publik.

​Keluhan utamanya datang dari para pengguna jalan, pengendara kendaraan bermotor, serta masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi acara. Warga mengaku kecewa karena tidak memperoleh informasi atau sosialisasi yang jelas mengenai pelaksanaan acara besar tersebut.

​Padahal, agenda yang diikuti oleh ribuan peserta dari sektor pendidikan hingga masyarakat umum ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Banyumas. Namun, imbas negatif seperti kacaunya pengaturan parkir kendaraan dan potensi masalah keamanan lingkungan justru luput dari antisipasi panitia.

​

Warga Merasa Dikesampingkan

Djoko Susanto, salah seorang warga RT 02 RW 06 Kelurahan Proto Kulon, Kecamatan Proto Selatan, menjadi salah satu pihak yang merasakan langsung dampak buruk tersebut. Rumah Djoko yang berada di dekat kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas mendadak dipadati kendaraan peserta. Jalan gang serta halaman rumahnya beralih fungsi menjadi tempat parkir yang penuh sesak.

​”Saya bukan mempermasalahkan acaranya. Sebagai warga, kami tentu mendukung kegiatan pemerintah. Tetapi seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar karena acara seperti ini pasti sudah direncanakan jauh hari,” ujar Djoko, Sabtu (23/5/2026).

​Menurut Djoko, pemerintah daerah melalui instansi terkait wajib merangkul masyarakat lokal setiap kali menggelar acara yang memobilisasi massa dalam jumlah besar. Keterlibatan warga dinilai krusial untuk membantu menata parkir dan menjaga keamanan lingkungan guna menekan potensi kriminalitas, seperti pencurian.

​”Kalau masyarakat dilibatkan, setidaknya warga juga ikut merasa bertanggung jawab menjaga lingkungan sekitar. Kami tidak meminta imbalan apa pun, hanya ingin dihargai dan diajak berkoordinasi,” tegasnya.

Baca Juga  Diduga Lalai Berulang Kali, RSUD Ajibarang Banyumas Disomasi Pasien

​

Berharap Evaluasi Total

​Djoko kemudian membandingkan manajemen acara saat ini dengan periode sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa pada masa kepala dinas terdahulu, masyarakat selalu dilibatkan secara aktif dalam setiap agenda berskala besar.

​Melalui kritik ini, ia berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas, khususnya Dinas Pendidikan, melakukan evaluasi total pada event-event mendatang demi menjaga hubungan harmonis dengan warga sekitar.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas masih belum memberikan respons resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh masyarakat.

​

Tag: