Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus memacu percepatan tata kelola pemerintahan yang modern hingga ke tingkat desa. Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda bimbingan teknis (bimtek) bertajuk “Pengembangan Digitalisasi Desa melalui Peningkatan Kapasitas Sekretaris Desa se-Kabupaten Cilacap” yang digelar di Hotel Aston Inn Cilacap, Kamis, 21 Mei 2026.
Acara yang berlangsung selama dua hari hingga Jumat, 22 Mei 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya. Pembukaan ditandai dengan penyerahan tool kit pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta.
Dalam sambutannya, Ammy menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan atau pelengkap administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi pemerintahan tingkat bawah. Menurut dia, kehadiran teknologi di desa harus menjadi instrumen utama agar birokrasi berjalan lebih cepat, tertib, transparan, dan akuntabel.
”Oleh karena itu, desa harus mulai membangun budaya pelayanan publik berbasis teknologi, baik melalui pemanfaatan aplikasi pelayanan desa, sistem informasi desa (SID), maupun media digital lainnya,” ujar Ammy.
Perempuan yang akrab disapa Mbak Ammy ini juga berharap, lewat transformasi digital, pemerintah desa mampu menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, mudah diakses, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Lebih dari itu, ia menilai teknologi sebagai peluang besar untuk melejitkan potensi lokal Cilacap yang kaya akan sektor pertanian, perikanan, kerajinan, kuliner, hingga pariwisata.
”Saya berharap para sekretaris desa tidak hanya mampu menjadi administrator pemerintahan dan penghubung layanan publik, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi digital di desanya masing-masing,” tegas Ammy.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Cilacap ini diikuti oleh 290 peserta. Mereka terdiri dari 21 Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan dan 269 Sekretaris Desa dari seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.
Kepala Dispermades Kabupaten Cilacap, Heru Kurniawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli dari Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah. Penguatan kapasitas ini bertujuan mutlak untuk mendongkrak kompetensi aparatur desa di era disrupsi digital.
“Materi utama yang kami bedah dalam pelatihan ini meliputi Kebijakan Pengembangan Desa Digital, digitalisasi sebagai upaya percepatan pelayanan publik, optimalisasi SID, pengelolaan keuangan melalui Siskeudes 2.0.9, hingga digitalisasi BUMDesa,” jelas Heru.
Melalui program terintegrasi ini, Pemkab Cilacap menargetkan lahirnya aparatur desa yang profesional, inovatif, dan adaptif. Langkah ini diharapkan tidak hanya memodernisasi tata kelola birokrasi, tetapi juga memicu tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital di pedesaan.
”Mari kita jadikan digitalisasi desa sebagai gerakan bersama untuk mempercepat kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cilacap,” kata Ammy menambahkan.

