Unit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Banjarnegara terus bersiaga mengantisipasi kerawanan kecelakaan lalu lintas di jalur pegunungan setempat. Selain mengintensifkan patroli di titik rawan, polisi juga berkomitmen memberikan pelayanan cepat (gercep) dalam penanganan insiden hingga mempermudah proses administrasi bagi para korban.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto melalui Kasat Lantas, AKP Ahmad Rusli menjelaskan bahwa geografis Banjarnegara yang didominasi tanjakan, turunan panjang, dan tikungan tajam menuntut respons cepat dari petugas untuk meminimalisir risiko korban jiwa. Beberapa kawasan yang dipetakan sebagai titik rawan kecelakaan di antaranya jalur Banjarnegara–Batur, Sigaluh, Madukara, hingga area perbatasan Kalibening dan Karangkobar.
”Petugas rutin melakukan patroli, pengaturan lalu lintas, hingga pemetaan titik rawan kecelakaan guna mempercepat respons ketika terjadi insiden di jalan raya. Polres Banjarnegara juga menyiagakan personel di sejumlah titik rawan laka serta memperkuat pengawasan lalu lintas,” ujar AKP Ahmad Rusli, Minggu (24/5/2026).
Kemudahan Klaim Jasa Raharja dan Asuransi
Tidak hanya fokus pada evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP), Satlantas Polres Banjarnegara juga memberikan pendampingan administrasi agar masyarakat tidak kebingungan saat mengurus laporan polisi, klaim Jasa Raharja, hingga dokumen pendukung asuransi.
Untuk proses pendataan awal, masyarakat atau keluarga korban cukup membawa:
- Identitas diri (KTP)
- Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
- Surat Izin Mengemudi (SIM)
- Dokumen kendaraan terkait
Setelah dokumen siap, petugas akan langsung melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan menerbitkan laporan kecelakaan sebagai syarat pengurusan administrasi lanjutan.
”Pelayanan cepat tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Banjarnegara menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan transparan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Edukasi Jalur Ekstrem dan Imbauan Rem Blong
Mengingat jalur pegunungan Banjarnegara dikenal ekstrem—terutama saat diguyur hujan atau memasuki musim liburan—edukasi keselamatan berkendara terus digalakkan. Satlantas bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) memasang baliho dan papan imbauan di titik strategis, serta melakukan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah-sekolah. Pengendara diingatkan untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan, mengurangi kecepatan, dan memastikan sistem pengereman berfungsi prima sebelum melintasi turunan panjang.
Sementara itu, Kanit Gakum Satlantas Polres Banjarnegara, Ipda M Afgan Fanani menambahkan, pendekatan edukatif di lapangan juga dilakukan dengan membagikan brosur, leaflet, hingga stiker keselamatan kepada pengguna jalan.
Berdasarkan evaluasi kepolisian, mayoritas kecelakaan masih dipicu oleh pelanggaran dasar lalu lintas.
”Masih banyak kecelakaan terjadi akibat pelanggaran dasar seperti tidak menggunakan helm, melaju melebihi batas kecepatan, hingga memaksakan berkendara saat kondisi tubuh lelah,” kata Ipda M Afgan.
Untuk menekan angka fatalitas tersebut, polisi rutin menggelar pengaturan lalu lintas pada pagi dan siang hari di titik-titik rawan macet dan kecelakaan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di wilayah Banjarnegara.

