cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Heboh Dapur Makan Bergizi Gratis di Cilacap Disegel, Ini Penyebabnya
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Heboh Dapur Makan Bergizi Gratis di Cilacap Disegel, Ini Penyebabnya
Cilacap

Heboh Dapur Makan Bergizi Gratis di Cilacap Disegel, Ini Penyebabnya

Tri Aji
Last updated: 31 Mei 2026 02:28
Tri Aji
Published: 31 Mei 2026
Share
Heboh Dapur Makan Bergizi Gratis di Cilacap Disegel, Ini Penyebabnya
Sejumlah Relawan sedang menyegel dapur SPPG di Gunungsimping, Cilacap. (Dok Warga).
SHARE

Aksi penyegelan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap menjadi perbincangan hangat setelah videonya viral di media sosial. Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungsimping 01 mendatangi lokasi dapur dan melakukan aksi protes pada Sabtu (30/5/2026).

Contents
  • Relawan Keluhkan Konflik Internal Berkepanjangan
  • Dugaan PHK Sepihak Picu Kemarahan Relawan
  • Mediasi Tak Berujung Kesepakatan

Para relawan yang berkumpul di dapur MBG di Jalan Jawa, Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, membawa spanduk bertuliskan “Disegel” sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengelolaan program. Aksi tersebut dilakukan sebagai desakan agar manajemen SPPG beserta mitra pengelola segera dievaluasi dan diganti.

Menurut para relawan, pergantian pengelola diperlukan karena hubungan kerja di lingkungan dapur MBG dinilai sudah tidak berjalan harmonis. Mereka menilai berbagai persoalan internal yang terjadi selama ini telah mengganggu kenyamanan kerja dan berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan di dapur SPPG.

 

Relawan Keluhkan Konflik Internal Berkepanjangan

Asisten Lapangan SPPG Gunungsimping 01, Riswantoro, mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan para relawan yang selama ini merasa sering menjadi pihak yang disalahkan dalam berbagai persoalan operasional dapur.

Menurut pria yang akrab disapa Toro itu, konflik antara relawan dengan staf maupun mitra pengelola telah berulang kali terjadi selama program berjalan. Kondisi tersebut membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman dan memicu tuntutan agar manajemen diganti.

“Intinya ada permasalahan di dapur SPPG ini. Sering terjadi konflik antara relawan dengan staf maupun relawan dengan mitra. Karena itu teman-teman meminta agar manajemen diganti,” kata Toro.

Ia menyebut, setiap kali muncul kendala di lapangan, mulai dari kekurangan bahan makanan hingga keterlambatan proses pemorsian, relawan selalu menjadi pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Baca Juga  Ratusan Santri di Cilacap Diduga Keracunan, Sampel Makanan Dapur Ponpes dan MBG Diuji

“Kalau ada masalah seperti kekurangan bahan makanan atau pemorsian terlambat, yang disalahkan selalu relawan. Kami merasa sering dijadikan kambing hitam,” ujarnya.

 

Dugaan PHK Sepihak Picu Kemarahan Relawan

Selain persoalan hubungan kerja, relawan juga menyoroti dugaan pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dilakukan saat operasional dapur tengah dihentikan sementara.

Toro menjelaskan, para relawan saat ini masih berstatus aktif, namun telah diliburkan selama sekitar dua pekan menyusul penghentian sementara operasional dapur oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Di tengah kondisi tersebut, mereka justru mendapat informasi bahwa pihak mitra membuka rekrutmen relawan baru.

“Kami mendapat informasi ada pembukaan lowongan kerja, bahkan sudah ada proses perekrutan dan wawancara. Padahal status kami sampai sekarang masih belum jelas,” katanya.

Menurut para relawan, langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka akan digantikan tanpa adanya kejelasan maupun komunikasi resmi dari pihak pengelola.

 

Mediasi Tak Berujung Kesepakatan

Perwakilan relawan SPPG Gunungsimping 01, Fauzan Tri Handoyo, mengatakan tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah pergantian kepala SPPG, mitra, serta jajaran manajemen dapur.

Fauzan mengungkapkan, sebelum melakukan penyegelan, para relawan sebenarnya telah menempuh jalur mediasi. Namun upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak.

“Kami berharap manajemen yang sekarang, termasuk mitra, kepala SPPG dan stafnya diganti. Kami sudah tidak berkenan mereka mengelola dapur ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut sebagian relawan menilai kepala SPPG memiliki sikap yang kurang baik dalam berinteraksi dengan para relawan sehingga memicu ketidakpuasan yang semakin meluas.

Hingga aksi penyegelan berlangsung, Kepala SPPG Gunungsimping 01 diketahui tidak berada di lokasi. Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen maupun kepala dapur terkait tuntutan yang disampaikan para relawan.

Baca Juga  SMK Boedi Oetomo Cilacap Hadirkan Mini Soccer Standar Nasional

 

5 Alasan Mengapa Pantai Tegalkamulyan Wajib Masuk List Wisata di Cilacap: Gratis Masuk hingga Fasilitas Jogging Track
Hari Otonomi Daerah ke-30, Plt Bupati Cilacap: Birokrasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
​543 ASN Cilacap Pensiun di 2026, Pemkab Siapkan Strategi Rekrutmen Zero Growth
Dicopot Jadi Sekdes Kalisabuk, Toifatun Nuriyah Tempuh Jalur PTUN
May Day 2026: Pemkab Cilacap Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral dan Jaga Harmonisasi Industrial
TAGGED:mbgsppg gunungsimping 01 cilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan