Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara melaporkan tingginya angka kejadian bencana di wilayahnya sepanjang awal tahun 2026.
Tercatat, sebanyak 52 kejadian bencana terjadi di periode 1–31 Januari 2026 yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi akibat intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bencana Tanah Longsor Jadi Ancaman Utama
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso mengungkapkan bahwa dari puluhan peristiwa tersebut, tanah longsor merupakan ancaman paling nyata bagi warga Banjarnegara.
“Dari total 52 kejadian, tanah longsor menjadi yang paling dominan dengan 30 kejadian. Selain itu, tercatat 16 kejadian angin kencang, 2 kejadian banjir, serta 4 kejadian kebakaran permukiman,” ujar Aji, Selasa (3/2/2026).
Meskipun cuaca tergolong ekstrem, Aji memastikan tidak ada kejadian erupsi gunung api selama periode tersebut.
Kerugian Material dan Dampak Kerusakan
Rangkaian bencana ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp2.032.150.000, dengan sektor permukiman sebagai area terdampak paling parah.
Berdasarkan data BPBD Banjarnegara, berikut rincian kerusakan hunian warga:
Rusak Berat: 2 unit rumah
Rusak Sedang: 3 unit rumah
Rusak Ringan: 38 unit rumah
Terancam: 28 unit rumah (berpotensi terkena bencana susulan)

Secara kemanusiaan, sebanyak 242 jiwa dari 61 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung. “Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan, namun alhamdulillah tidak terdapat korban meninggal dunia,” tambah Aji.
Infrastruktur dan Fasilitas Umum Terdampak
Kerusakan tidak hanya menyasar hunian, tetapi juga merusak fasilitas publik yang menghambat mobilitas warga, di antaranya:
5 bangunan sekolah
1 kantor pemerintahan
9 ruas jalan
1 jembatan
1 lahan perkebunan
Luasan lahan lingkungan terdampak mencapai sekitar 350 hektare.
BPBD Siaga 24 Jam
Menanggapi kondisi ini, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Sekhudin, menegaskan bahwa personelnya selalu siaga 24 jam. Ia meminta masyarakat segera melapor jika terjadi keadaan darurat.
“Masyarakat bisa melapor melalui nomor WhatsApp Pusdalops BPBD di 0812-2648-2247. Kami juga mengimbau bagi kelompok masyarakat atau instansi yang ingin memberikan bantuan agar berkoordinasi dengan BPBD supaya penyalurannya tepat sasaran,” kata Raib.
Masyarakat yang tinggal di zona merah rawan longsor dan di sekitar pohon besar diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama musim penghujan.

