cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Bupati Purbalingga Desak Percepatan Jalur Wisata Gunung Slamet dalam Rembug Pembangunan Jateng 2026
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Bupati Purbalingga Desak Percepatan Jalur Wisata Gunung Slamet dalam Rembug Pembangunan Jateng 2026
Banyumas Raya

Bupati Purbalingga Desak Percepatan Jalur Wisata Gunung Slamet dalam Rembug Pembangunan Jateng 2026

Heri Cahyono
Last updated: 19 Mei 2026 12:45
Heri Cahyono
Published: 19 Mei 2026
Share
Bupati Purbalingga Desak Percepatan Jalur Wisata Gunung Slamet dalam Rembug Pembangunan Jateng 2026
Gubernur Jawa Tengah saat memberikan materi dalam acara Rembug pembangunan jawa Tengah tahun 2026 di Pendopo Bupati Banjarnegara, Senin (18/5/2026). (Foto: Humas Pemkab Purbalingga).
SHARE

Upaya membuka konektivitas kawasan wisata di lereng Gunung Slamet menjadi sorotan utama dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Pendopo Dipayuda Adigraha, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mendesak pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan jalan penghubung antardaerah di kawasan strategis tersebut.

Contents
  • ​Perluasan Trans Jateng & Tantangan Investasi
  • ​Respons Pemerintah Provinsi

​Didampingi Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Fahmi menilai kawasan lereng Gunung Slamet memuat potensi masif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata. Sayangnya, lonjakan potensi tersebut sejauh ini masih terganjal oleh akses infrastruktur yang belum memadai.

​Di hadapan para kepala daerah wilayah pengembangan Cibalingmas dan Wonobanjar, Fahmi secara spesifik mengusulkan peningkatan dan integrasi ruas jalan penghubung Baturraden–Serang hingga Pemalang. Langkah ini dinilai krusial agar interkoneksi jalur wisata antarwilayah dapat terwujud secara optimal.

​Menurut Fahmi, akses yang tersambung mulus bakal mempermudah pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara dari berbagai arah, mulai dari Banyumas, Purbalingga, hingga kawasan Guci di Kabupaten Pemalang.

​“Kalau aksesnya semakin baik, tentu pergerakan wisatawan juga akan meningkat. Kawasan Gunung Slamet ini potensinya besar untuk dikembangkan bersama,” ujar Fahmi.

​Ia menambahkan, proyek pembangunan jalan yang saat ini baru menjangkau kawasan Baturraden sudah mendesak untuk diteruskan hingga ke wilayah Purbalingga. Langkah konkret ini diyakini tidak sekadar membuka magnet wisata baru, tetapi juga langsung menstimulasi roda perekonomian masyarakat lokal.

​Untuk mendukung narasi kawasan tersebut, Fahmi turut memaparkan deretan destinasi unggulan Purbalingga yang siap menyokong ekosistem wisata Slamet. Di antaranya Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, wisata religi makam Syekh Jambu Karang, Owabong Waterpark, hingga pesona alam Goa Lawa Purbalingga (Golaga).

Baca Juga  Polres Banjarnegara Ingatkan Pengendara: Spion Bukan Pajangan, Copot Spion Bisa Didenda Rp 250 Ribu

 

​Perluasan Trans Jateng & Tantangan Investasi

​Tak hanya sektor jalan, Bupati Purbalingga juga membidik pembenahan moda transportasi massal. Ia mengusulkan perluasan layanan bus Trans Jateng agar menjangkau titik-titik krusial di eks Karesidenan Banyumas, mencakup koridor Purwokerto–Banjarnegara/Wonosobo serta koridor Purbalingga–Pemalang.

​Infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi, lanjutnya, akan menjadi motor penggerak mobilitas warga sekaligus menopang sektor perdagangan antardaerah.

​Di sisi lain, Fahmi tidak menampik adanya tantangan berat dalam memikat investasi industri ke Purbalingga. Letak geografis daerah yang berada “di tengah”—tidak bersentuhan dengan jalur Pantura maupun Pansela, serta absennya perlintasan jalan nasional—menjadi hambatan utama dalam menarik minat investor skala kakap.

 

​Respons Pemerintah Provinsi

​Merespons berbagai usulan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa forum Rembug Pembangunan ini memang didesain untuk menjaring kebutuhan riil di tingkat daerah sebagai basis penyusunan arah kebijakan provinsi.

​Mengenai megaproyek jalan lingkar Gunung Slamet, Luthfi mengaku telah menerjunkan tim dan meninjau langsung rute di lapangan, mulai dari Banyumas, Purbalingga, Pemalang, hingga Kajen.

​“Saya sudah masuk ke sana dan memang perlu pengawalan bersama,” tegas Gubernur.

​Namun, terkait usulan perluasan koridor Trans Jateng, Pemprov Jateng masih akan bersikap hati-hati. Menurut Luthfi, diperlukan studi kelayakan dan kajian lanjutan, khususnya untuk jalur Purbalingga–Klampok, guna mengantisipasi gesekan atau benturan regulasi dengan trayek angkutan umum lokal yang sudah beroperasi.

Tiga Pelaku Curanmor di Bojongsari Purbalingga Nyolong Motor di 11 Lokasi Lainnya
Warga Punggelan Banjarnegara Dibuat Resah Bau Gas Misterius, Muncul dari Tengah Kebun: Takut Ada Ledakan!
Kejari Purwokerto Setor Rp181 Juta ke Kas Daerah, Pulihkan Kerugian Negara Kasus Perumda Pasar Satria
Penanganan Kasus KDRT Oknum Polisi di Banyumas Dinilai Mandek, Korban Surati Kapolri
Promo All You Can Eat Ramadan di Purwokerto, Ini 3 Coffe & Resto dengan Harga Mulai Rp69 Ribuan
TAGGED:ahmad luthfifahmi muhammad hanifgunung slamet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan