Desa Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal karena panorama alamnya yang berada di lereng Gunung Slamet, tetapi juga karena sejarah unik yang masih hidup di tengah masyarakat.
Desa wisata ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk, hamparan persawahan hijau, hingga destinasi alam yang kini semakin populer di kalangan wisatawan.
Di balik perkembangan wisatanya, Desa Melung memiliki kisah asal usul yang berkaitan dengan suara ayam berkokok yang dipercaya menjadi awal penamaan desa tersebut.
Cerita rakyat itu masih diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Desa Melung hingga sekarang.
Legenda Penamaan Desa Melung
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama “Melung” berasal dari suara ayam berkokok keras atau “melung-melung” yang terdengar saat rombongan prajurit Kadipaten Pasir Luhur melintas di kawasan tersebut.
Kala itu, wilayah Desa Melung masih berupa kawasan hutan dan pegunungan. Suara ayam yang terdengar nyaring diyakini menjadi penanda adanya kehidupan atau permukiman di daerah tersebut. Sejak saat itu, kawasan tersebut kemudian dikenal dengan nama Melung.
Selain legenda suara ayam, masyarakat juga meyakini keberadaan tokoh Syech R. Abdulrahman atau Kyai Melung yang dipercaya sebagai sesepuh sekaligus tokoh penting dalam berdirinya desa. Hingga kini, nama Kyai Melung masih dihormati oleh warga setempat sebagai bagian dari sejarah desa.
Jejak Desa Melung pada Zaman Belanda
Pada era kolonial Belanda, Desa Melung dikenal sebagai wilayah perkebunan kopi karena kondisi tanahnya yang subur dan didukung sumber air yang melimpah dari kawasan Gunung Slamet.
Potensi alam tersebut kemudian dimanfaatkan pemerintah kolonial dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger pada tahun 1928. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu proyek penting di wilayah Banyumas bagian utara pada masa itu.
Seiring berjalannya waktu, pembangunan desa terus berkembang melalui pembangunan jalan, pasar desa, balai desa, hingga fasilitas kebutuhan masyarakat lainnya yang dilakukan secara bertahap.
Pelopor Desa Digital di Indonesia
Nama Desa Melung kembali dikenal luas pada tahun 2011 setelah menjadi pelopor “Desa Internet”. Pemerintah desa bersama relawan teknologi informasi mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Program tersebut menjadikan Desa Melung sebagai salah satu contoh desa digital yang berhasil memanfaatkan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa.
Dari Desa Melung pula lahir Gerakan Desa Membangun (GDM), sebuah gerakan yang mendorong desa-desa di Indonesia agar mampu berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan keterlibatan masyarakat.
Inovasi tersebut membuat Desa Melung tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga sebagai desa yang aktif dalam pengembangan teknologi berbasis masyarakat.
Pagubugan, Wisata Alam Andalan Desa Melung
Selain sejarah dan inovasinya, Desa Melung juga memiliki potensi wisata alam yang terus berkembang. Salah satu destinasi yang menjadi daya tarik utama adalah Wisata Alam Pagubugan.
Kawasan ini menawarkan panorama perbukitan, hamparan sawah hijau, serta udara khas pegunungan yang sejuk dan menenangkan. Wisata Pagubugan menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Pemandangan kabut tipis pada pagi hari menjadi salah satu daya tarik yang banyak diburu pengunjung. Sementara pada sore hari, panorama matahari terbenam di kawasan perbukitan menjadi pemandangan yang memikat.
Tak hanya berfokus pada wisata alam, Pagubugan juga dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi dan pelestarian lingkungan. Pengunjung diajak lebih dekat dengan alam sekaligus memahami pentingnya menjaga kawasan pegunungan tetap lestari.
Torehan Prestasi Desa Melung
Perkembangan Desa Melung di sektor wisata dan inovasi desa berhasil menarik perhatian di tingkat regional hingga nasional. Desa Wisata Melung masuk dalam jajaran desa wisata unggulan Indonesia dan berhasil menembus 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Terbaru, Desa Wisata Melung disebut berhasil meraih Juara 1 Desa Wisata tingkat nasional melalui program pengembangan wisata berbasis masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Desa Melung sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Banyumas.
Potensi Desa Terus Berkembang
Selain mengandalkan sektor wisata, masyarakat Desa Melung juga aktif mengembangkan sektor pertanian dan UMKM. Produk kopi lokal menjadi salah satu unggulan desa yang mulai dikenal luas. Sejumlah warga juga mengembangkan usaha kerajinan dan produk olahan khas desa.
Perpaduan antara sejarah, budaya, alam, serta inovasi teknologi membuat Desa Melung terus berkembang sebagai salah satu desa unggulan di Banyumas.
Legenda suara ayam yang menjadi asal usul nama desa hingga berkembangnya wisata Pagubugan menjadi gambaran bahwa Desa Melung bukan hanya kaya akan panorama alam, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tetap terjaga hingga kini.

