cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Desa Melung Banyumas, Legenda Suara Ayam hingga Wisata Pagubugan
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Desa Melung Banyumas, Legenda Suara Ayam hingga Wisata Pagubugan
Banyumas Raya

Desa Melung Banyumas, Legenda Suara Ayam hingga Wisata Pagubugan

Kurnia
Last updated: 10 Mei 2026 08:12
Kurnia
Published: 10 Mei 2026
Share
Desa Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, menyimpan sejarah unik serta potensi wisata alam yang terus berkembang. (Foto: Dok cilacaptoday.com)
Desa Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, menyimpan sejarah unik serta potensi wisata alam yang terus berkembang. (Foto: Dok cilacaptoday.com)
SHARE

Desa Melung di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal karena panorama alamnya yang berada di lereng Gunung Slamet, tetapi juga karena sejarah unik yang masih hidup di tengah masyarakat.

Contents
  • Legenda Penamaan Desa Melung
  • Jejak Desa Melung pada Zaman Belanda
  • Pelopor Desa Digital di Indonesia
  • Pagubugan, Wisata Alam Andalan Desa Melung
  • Torehan Prestasi Desa Melung
  • Potensi Desa Terus Berkembang

Desa wisata ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk, hamparan persawahan hijau, hingga destinasi alam yang kini semakin populer di kalangan wisatawan.

Di balik perkembangan wisatanya, Desa Melung memiliki kisah asal usul yang berkaitan dengan suara ayam berkokok yang dipercaya menjadi awal penamaan desa tersebut.

Cerita rakyat itu masih diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Desa Melung hingga sekarang.

 

Legenda Penamaan Desa Melung

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama “Melung” berasal dari suara ayam berkokok keras atau “melung-melung” yang terdengar saat rombongan prajurit Kadipaten Pasir Luhur melintas di kawasan tersebut.

Kala itu, wilayah Desa Melung masih berupa kawasan hutan dan pegunungan. Suara ayam yang terdengar nyaring diyakini menjadi penanda adanya kehidupan atau permukiman di daerah tersebut. Sejak saat itu, kawasan tersebut kemudian dikenal dengan nama Melung.

Selain legenda suara ayam, masyarakat juga meyakini keberadaan tokoh Syech R. Abdulrahman atau Kyai Melung yang dipercaya sebagai sesepuh sekaligus tokoh penting dalam berdirinya desa. Hingga kini, nama Kyai Melung masih dihormati oleh warga setempat sebagai bagian dari sejarah desa.

 

Jejak Desa Melung pada Zaman Belanda

Pada era kolonial Belanda, Desa Melung dikenal sebagai wilayah perkebunan kopi karena kondisi tanahnya yang subur dan didukung sumber air yang melimpah dari kawasan Gunung Slamet.

Baca Juga  Divonis 6 Bulan 7 Hari, Tim Advokat 'Tapol Banyumas' Nyatakan Pikir-Pikir

Potensi alam tersebut kemudian dimanfaatkan pemerintah kolonial dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger pada tahun 1928. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu proyek penting di wilayah Banyumas bagian utara pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu, pembangunan desa terus berkembang melalui pembangunan jalan, pasar desa, balai desa, hingga fasilitas kebutuhan masyarakat lainnya yang dilakukan secara bertahap.

 

Pelopor Desa Digital di Indonesia

Nama Desa Melung kembali dikenal luas pada tahun 2011 setelah menjadi pelopor “Desa Internet”. Pemerintah desa bersama relawan teknologi informasi mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Program tersebut menjadikan Desa Melung sebagai salah satu contoh desa digital yang berhasil memanfaatkan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Dari Desa Melung pula lahir Gerakan Desa Membangun (GDM), sebuah gerakan yang mendorong desa-desa di Indonesia agar mampu berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan keterlibatan masyarakat.

Inovasi tersebut membuat Desa Melung tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga sebagai desa yang aktif dalam pengembangan teknologi berbasis masyarakat.

 

Pagubugan, Wisata Alam Andalan Desa Melung

Selain sejarah dan inovasinya, Desa Melung juga memiliki potensi wisata alam yang terus berkembang. Salah satu destinasi yang menjadi daya tarik utama adalah Wisata Alam Pagubugan.

Kawasan ini menawarkan panorama perbukitan, hamparan sawah hijau, serta udara khas pegunungan yang sejuk dan menenangkan. Wisata Pagubugan menjadi tempat favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Pemandangan kabut tipis pada pagi hari menjadi salah satu daya tarik yang banyak diburu pengunjung. Sementara pada sore hari, panorama matahari terbenam di kawasan perbukitan menjadi pemandangan yang memikat.

Baca Juga  Tekan Pengangguran dan Inflasi, Pemkab Banyumas Gelar Job Fair 2026

Tak hanya berfokus pada wisata alam, Pagubugan juga dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi dan pelestarian lingkungan. Pengunjung diajak lebih dekat dengan alam sekaligus memahami pentingnya menjaga kawasan pegunungan tetap lestari.

 

Torehan Prestasi Desa Melung

Perkembangan Desa Melung di sektor wisata dan inovasi desa berhasil menarik perhatian di tingkat regional hingga nasional. Desa Wisata Melung masuk dalam jajaran desa wisata unggulan Indonesia dan berhasil menembus 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Terbaru, Desa Wisata Melung disebut berhasil meraih Juara 1 Desa Wisata tingkat nasional melalui program pengembangan wisata berbasis masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Desa Melung sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Banyumas.

 

Potensi Desa Terus Berkembang

Selain mengandalkan sektor wisata, masyarakat Desa Melung juga aktif mengembangkan sektor pertanian dan UMKM. Produk kopi lokal menjadi salah satu unggulan desa yang mulai dikenal luas. Sejumlah warga juga mengembangkan usaha kerajinan dan produk olahan khas desa.

Perpaduan antara sejarah, budaya, alam, serta inovasi teknologi membuat Desa Melung terus berkembang sebagai salah satu desa unggulan di Banyumas.

Legenda suara ayam yang menjadi asal usul nama desa hingga berkembangnya wisata Pagubugan menjadi gambaran bahwa Desa Melung bukan hanya kaya akan panorama alam, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tetap terjaga hingga kini.

 

DPRD Banjarnegara Bahas Empat Raperda 2026, Dorong Ekonomi Kreatif Hingga Sektor Pertanian
Puluhan Siswa TK di Banjarnegara Simulasi Jadi Petugas Damkar
Intip Pesona GOR Soesilo Soedarman Unsoed Berlatar Gunung Slamet
Mengenal Sapu Tepes, Kerajinan Unggulan Desa Tambaknegara Banyumas
Usai Raih Tiket 8 Besar Liga 4, Pelatih Persibangga Siapkan Rotasi
TAGGED:banyumasdesa melung banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan