Warung Wahyuningsari dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Purwokerto yang masih bertahan hingga sekarang. Mengandalkan sajian utama berupa siomay dan bakso cuanky, tempat ini memiliki reputasi kuat berkat rasa yang konsisten serta penggunaan bahan berkualitas.
Berlokasi di Jalan Pramuka, warung ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Baik warga lokal maupun pendatang kerap datang untuk mencicipi hidangan khas dengan cita rasa autentik. Keberadaannya selama puluhan tahun membuat Wahyuningsari menjadi salah satu ikon kuliner di Banyumas.
Siomay Tenggiri dengan Kualitas Istimewa
Siomay menjadi menu unggulan yang paling banyak diburu. Dibuat dari ikan tenggiri murni, siomay di sini memiliki tekstur kenyal sekaligus lembut saat disantap. Sensasi ini memberikan pengalaman makan yang terasa lebih premium dibandingkan siomay pada umumnya.
Pelengkap seperti tahu, kol, dan kentang juga disajikan dengan tingkat kematangan yang tepat. Perpaduan ini menciptakan keseimbangan rasa dan tekstur yang pas dalam setiap sajian.

Saus Kacang Halus dengan Rasa Khas
Ciri khas lain dari sajian di Wahyuningsari terletak pada bumbu kacangnya. Saus yang disajikan memiliki tekstur lembut dan kental, dengan warna cokelat pekat yang menggugah selera.
Rasanya merupakan kombinasi manis dan gurih yang kuat, disertai sedikit sentuhan pedas yang tetap terasa. Karakter bumbu ini menjadi pembeda sekaligus memperkuat identitas rasa yang dimiliki warung tersebut.
Bakso Cuanky dan Urat yang Jadi Andalan
Selain siomay, pilihan bakso di warung ini juga tak kalah diminati. Bakso cuanky hadir dengan kuah yang kaya rasa dan aroma, memberikan sensasi segar saat disantap.
Tekstur bakso cuanky terasa halus dan elastis, sementara bakso urat menawarkan cita rasa daging yang lebih dominan dengan potongan urat yang cukup besar. Meski demikian, teksturnya tetap empuk dan mudah dikunyah.
Kombinasi antara gurihnya kuah bakso dan bumbu kacang siomay yang manis serta sedikit pedas menciptakan perpaduan rasa yang khas. Dengan harga mulai dari Rp20 ribuan, menu yang ditawarkan dinilai sebanding dengan kualitasnya.
Jejak Usaha Sejak Awal 1990-an
Perjalanan Warung Wahyuningsari dimulai dari Bandung pada tahun 1991. Pada masa itu, usaha ini dijalankan secara sederhana dengan cara berjualan keliling menggunakan pikulan.
Dalam perjalanannya, usaha ini sempat berpindah ke Purbalingga sebelum akhirnya menetap di Purwokerto pada tahun 2000. Di kota ini, Wahyuningsari mulai dikenal luas dan berkembang pesat.
Hingga 2026, warung ini telah melayani pelanggan selama sekitar 26 tahun di Purwokerto. Jika dihitung sejak awal berdiri, total perjalanan usaha ini mencapai sekitar 35 tahun, menjadikannya salah satu kuliner lawas yang tetap mempertahankan cita rasa asli.
Menu, Harga, dan Lokasi
Warung Wahyuningsari menyediakan berbagai pilihan menu dengan harga yang relatif terjangkau:
- Siomay Biasa (isi 5 biji): Rp22.000
- Siomay Pilihan (isi 5 biji): Rp27.000
- Bakso Urat: Rp22.000
- Bakso Cuanky: Rp22.000
- Bakso Alus: Rp22.000
- Bakso Dengkul: Rp32.000
Dengan bahan utama seperti ikan tenggiri berkualitas, harga tersebut dinilai cukup ramah di kantong.
Warung ini beralamat di Jl. Pramuka, Samudra, Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53147. Jam operasionalnya setiap hari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern
Di tengah berkembangnya tren kuliner kekinian, Wahyuningsari tetap mampu menjaga eksistensinya. Hal ini tidak lepas dari konsistensi rasa, kualitas bahan, serta resep turun-temurun yang terus dipertahankan.
Bagi penikmat siomay dan bakso cuanky di Purwokerto, tempat ini menjadi salah satu tujuan wajib. Lebih dari sekadar tempat makan, Wahyuningsari menghadirkan pengalaman kuliner yang sarat tradisi dan tetap relevan hingga kini.
***

