Komunitas Godong Gedang Banjarnegara akan menggelar pemutaran dan diskusi film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Acara yang bertujuan membedah persoalan kemanusiaan dan agraria di Tanah Papua ini rencananya dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan tersebut akan berlokasi di Homebase Godong Gedang, Desa Pekauman, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah, mulai pukul 19.30 WIB. Panitia penyelenggara, Dama, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan terhadap situasi di wilayah paling timur Indonesia tersebut yang dinilai belum membaik.
”Tujuan acara ini sebenarnya ingin mengingatkan kembali bahwa di Papua sampai sekarang tidak baik-baik saja,” kata Dama, Selasa, 28 April 2026.
Soroti Perampasan Ruang Hidup
Film Pesta Babi merupakan karya terbaru jurnalis investigasi Dandhy Dwi Laksono dari rumah produksi Watchdoc Jakarta yang baru dirilis pada April 2026. Dokumenter ini secara spesifik menyoroti konflik agraria, termasuk praktik penyerobotan lahan milik pribadi, masyarakat adat, hingga tanah desa yang dilakukan tanpa persetujuan warga lokal.
Dama menilai film ini menjadi materi refleksi yang krusial bagi publik. Menurutnya, visualisasi dalam film menunjukkan secara gamblang bagaimana perampasan ruang hidup demi kepentingan segelintir pihak merupakan bentuk pelanggaran nyata.
”Kegiatan ini terbuka untuk umum dengan skema donasi sukarela dari penonton,” tuturnya.

Kolaborasi dan Aksi Sosial
Aktif sejak 2012, Komunitas Godong Gedang konsisten menggunakan film sebagai medium edukasi. Dalam agenda kali ini, mereka menggandeng sejumlah komunitas lokal di Banjarnegara untuk memperluas ruang dialog kritis dan kesadaran sosial di tingkat akar rumput.
Tak sekadar menonton, acara ini juga memfasilitasi penggalangan dana. Seluruh donasi yang terkumpul dari para penonton akan disalurkan untuk membantu masyarakat Papua melalui Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru.
”Kami berharap film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana membangun kesadaran sosial dan mendorong kepedulian terhadap isu kemanusiaan,” ujar Dama memungkasi pembicaraan.

