cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Menulursi Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, Jejak Akulturasi Budaya Lewat Altar Mbah Kuntjung
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Menulursi Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, Jejak Akulturasi Budaya Lewat Altar Mbah Kuntjung
Banyumas Raya

Menulursi Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, Jejak Akulturasi Budaya Lewat Altar Mbah Kuntjung

Kurnia
Last updated: 16 Februari 2026 14:14
Kurnia
Published: 16 Februari 2026
Share
Jejak alkuturasi budaya di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas dengan adanya Altar Mbah Kuntjung. (Foto: Instagram @boentekbiobanyumas)
Jejak alkuturasi budaya di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas dengan adanya Altar Mbah Kuntjung. (Foto: Instagram @boentekbiobanyumas)
SHARE

Klenteng Boen Tek Bio Banyumas menjadi salah satu simbol kuat akulturasi budaya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Contents
  • Berawal dari Chinese School di Era Kolonial
  • Klenteng Boen Tek Bio Banyumas Akulturasi Budaya
  • Memiliki 18 Altar dan Puluhan Rupang
  • Daya Tarik Religi dan Budaya Banyumas
  • Warisan Budaya yang Patut Dijaga

Tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Tri Dharma, klenteng ini dikenal luas karena keberadaan Altar Mbah Kuntjung yang merepresentasikan perpaduan tradisi Tionghoa dan budaya Jawa dalam satu ruang sakral.

Keunikan tersebut menjadikan klenteng ini bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan juga penanda sejarah panjang interaksi masyarakat Tionghoa dan pribumi Banyumas sejak masa kolonial.

 

Berawal dari Chinese School di Era Kolonial

Melansir akun Instagram @okayudhis, Juru Bicara Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Sobitananda menjelaskan bahwa lokasi klenteng ini pada zaman kolonial Belanda pernah menjadi Chinese School atau Chinese Holland School.

Pada masa itu, Ong King Swiss sebagai pemilik aset tanah bersama Tiong Ah Hue yang menjabat sebagai Kapitan Chinese Holland atau Kongxi memiliki visi yang sama untuk mendirikan bangunan permanen. Bangunan tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan pendidikan, sosial budaya, sosial ekonomi, hingga sosial kemanusiaan bagi komunitas setempat.

Seiring perkembangan waktu, pada tahun 1826 bangunan tersebut kemudian difungsikan sebagai kelenteng.

Hingga kini, Klenteng Boen Tek Bio Banyumas tetap mempertahankan fungsi multifungsinya, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kegiatan sosial dan budaya masyarakat.

 

Klenteng Boen Tek Bio Banyumas Akulturasi Budaya

Sobitananda menegaskan bahwa Klenteng Boen Tek Bio Banyumas diakui sebagai klenteng akulturasi budaya. Salah satu buktinya adalah adanya leluhur yang dipuja bukan hanya berasal dari Tiongkok, melainkan juga leluhur asli Banyumas yang dikenal dengan sebutan Mbah Kuntjung.

Baca Juga  Modal Kunci Palsu Gasak Beat, Pencuri di Purwokerto Selatan Terancam 7 Tahun Bui

Keberadaan Altar Mbah Kuntjung menjadi simbol nyata bagaimana budaya Tionghoa dan Jawa berbaur tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Di tengah dominasi arsitektur khas Tionghoa dengan warna merah, emas, serta ornamen naga, altar tersebut menghadirkan sentuhan budaya Kejawen yang kental.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa proses asimilasi dan akulturasi telah berlangsung secara alami sejak ratusan tahun lalu. Klenteng bukan hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya.

 

Memiliki 18 Altar dan Puluhan Rupang

Secara keseluruhan, kelenteng ini memiliki 18 altar dengan sekitar 24 hingga 25 rupang atau patung dewa dan leluhur.

Setiap altar memiliki fungsi dan makna tersendiri sesuai dengan ajaran dan tradisi yang dianut umat Tri Dharma.

Namun, yang membedakan Altar Mbah Kuntjung dari altar lainnya adalah tidak adanya rupang. Sebagai gantinya, terdapat tiga bilah keris yang menjadi representasi budaya Kejawen.

Keris tersebut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur lokal dan memperkuat identitas akulturasi yang melekat pada klenteng ini.

Keberadaan tiga bilah keris di altar tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa penghormatan terhadap leluhur tidak selalu diwujudkan dalam bentuk patung, tetapi bisa melalui simbol budaya yang hidup di tengah masyarakat.

 

Daya Tarik Religi dan Budaya Banyumas

Selain nilai sejarahnya, Klenteng Boen Tek Bio Banyumas juga menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh, klenteng ini ramai dikunjungi masyarakat lintas etnis.

Atraksi barongsai, doa bersama, dan kegiatan sosial menjadi bagian dari tradisi yang mempererat hubungan antarwarga.

Keberadaan Altar Mbah Kuntjung pun sering menjadi sorotan karena dianggap sebagai wujud toleransi yang konkret. Banyumas menunjukkan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga  Manisnya Gula Singkong Cair Banjarnegara, Inovasi Lokal yang Tembus Pasar Nasional

 

Warisan Budaya yang Patut Dijaga

Klenteng Boen Tek Bio Banyumas bukan hanya bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1826, tetapi juga simbol hidup akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Dari bekas Chinese School di era kolonial hingga menjadi kelenteng multifungsi, tempat ini menyimpan jejak perjalanan sosial yang panjang.

Dengan 18 altar, puluhan rupang, serta Altar Mbah Kuntjung yang diwakili tiga bilah keris, klenteng ini menegaskan bahwa harmoni dapat tumbuh dari perbedaan.

Di tengah dinamika masyarakat modern, nilai toleransi dan kebersamaan yang terpatri di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas menjadi warisan budaya yang patut dijaga dan dirawat bersama.
***

 

Kades Hoho Bakal Ajukan Sanggahan atas Hasil Audit Inspektorat Banjarnegara
Darurat Sampah, OSIS SMPIT Permata Hati Banjarnegara Luncurkan Bank Sampah
Eks Bupati Kebumen MYF Disomasi Terbuka Pengusaha Banyumas, Buntut Pajak Proyek ‘Pinjam Bendera’
Pilkades Serentak 195 Desa di Banjarnegara Mundur ke 2027, Ini Alasannya
Gemilang Bersama Persibangga, Afif Teguh Incar Tiket Promosi Liga Nusantara
TAGGED:altar mbah kuntjungklenteng boen tek bio banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan