cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Purwokerto Inflasi 0,78 Persen, BPS Banyumas Ungkap 3 Komoditas Utama Pemicunya
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Purwokerto Inflasi 0,78 Persen, BPS Banyumas Ungkap 3 Komoditas Utama Pemicunya
Banyumas Raya

Purwokerto Inflasi 0,78 Persen, BPS Banyumas Ungkap 3 Komoditas Utama Pemicunya

Wahyu Sumantri
Last updated: 11 Maret 2026 20:35
Wahyu Sumantri
Published: 11 Maret 2026
Share
Komoditas penyumbang inflasi versi bps banyumas
Suasana High Level Meeting TPID di Smartroom Purwokerto, Selasa (10/03/2026).(foto: Wahyu Sumantri)
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas mencatat Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,78 persen secara month to month pada Februari 2026. Angka ini menunjukkan perubahan tren ekonomi di Purwokerto yang sebelumnya sempat mengalami deflasi pada bulan Januari.

​Kepala BPS Kabupaten Banyumas, Fatichuddin, membedah dinamika tersebut dalam agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Smartroom Purwokerto, Selasa (10/03/2026). Ia merinci bahwa terdapat tiga komoditas utama yang mendongkrak angka inflasi, yakni daging ayam ras, cabai rawit, serta emas perhiasan.

​Daging ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,14 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,13 persen, dan emas perhiasan sebesar 0,11 persen. Lonjakan ini juga dipicu oleh permintaan pada kelompok makanan dan tembakau yang mencapai titik tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

​Di sisi lain, beberapa sektor justru menyumbang deflasi atau penurunan harga, di antaranya adalah bensin, wortel, serta bawang putih.

​Fatichuddin menjelaskan bahwa peningkatan angka inflasi ini tidak lepas dari pertemuan dua momen besar yang memicu konsumsi masyarakat secara signifikan. Peningkatan permintaan terjadi akibat libur bersama Tahun Baru Imlek pada minggu kedua Februari serta masuknya awal Ramadan pada minggu ketiga Februari.

​Selain faktor permintaan, kendala dari sisi suplai juga turut memperkeruh situasi. Curah hujan yang tinggi diketahui menghambat produksi hortikultura. Kondisi ini diperparah dengan belum tibanya masa panen raya yang mengakibatkan harga beras di tingkat pedagang mulai merangkak naik.

​Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, yang memimpin langsung rapat koordinasi menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketahanan pangan adalah prioritas utama. Hal ini krusial untuk menjaga kondusifitas daerah menjelang hingga sesudah Lebaran.

Baca Juga  Perkara Tambang Ilegal di Banyumas! Banding Jaksa Ditolak, Status Hukum Yanto Susilo Resmi Inkracht

​”Mengingat kondisi global yang saat ini tidak stabil, seluruh jajaran pemangku kepentingan diharapkan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Lintarti.

​Ia juga menambahkan pentingnya deteksi dini terhadap setiap hambatan distribusi maupun stok pangan di lapangan. Setiap sektor diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kendala secara dini dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal untuk menghadapi situasi ekonomi global yang fluktuatif.

 

Percepat Implementasi Perda Trantibumlinmas, Komisi I DPRD Purbalingga Dorong Sinergi dan Peran Aktif Masyarakat
KPU Banjarnegara Gencarkan Literasi Politik di Luar Tahapan Pemilu
Kapolres Purbalingga AKBP Anita Indah: Refleksi Kartini Modern di Garis Depan Hukum
Taman Wisata Banjardap Purbalingga: Sensasi Camping Estetik di Tepian Sungai Klawing, Tiket Cuma Rp3.000!
Persibangga Gelar Ujicoba Away Hadapi Kendal Tornado FC, Catat Jadwalnya 
TAGGED:bps banyumasinflasitpid banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan