Purwokerto dikenal sebagai daerah dengan ragam kuliner tradisional yang khas dan menggoda selera. Di antara banyak pilihan, Sahoun Ayam Pak Kartim menjadi salah satu yang menonjol. Kuliner legendaris ini telah bertahan puluhan tahun dan digemari berbagai kalangan, baik warga lokal maupun pendatang.
Memiliki tampilan yang sekilas menyerupai kwetiau, sahoun justru menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Dengan sejarah panjang dan cita rasa autentik, hidangan ini menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner di Kabupaten Banyumas.
Jejak Sejarah Sahoun Ayam Pak Kartim
Sahoun Ayam Pak Kartim dikenal sebagai kuliner khas yang identik dengan Purwokerto. Istilah “sahoun” dipercaya berasal dari bahasa Tionghoa, menandakan adanya pengaruh budaya dalam proses lahirnya makanan ini.
Pemilik usaha, Pak Kartim, sebelumnya pernah bekerja dengan masyarakat keturunan Tionghoa. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan resep sendiri hingga menjadi sajian yang dikenal saat ini.
Usaha ini mulai dirintis sejak tahun 1975 dan terus berkembang hingga memiliki beberapa cabang. Salah satu cabangnya telah beroperasi sekitar 14 tahun, dengan harga awal yang dulu hanya Rp5.000 per porsi. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan konsistensi rasa yang tetap dijaga hingga kini.

Ciri Khas Sahoun yang Membuatnya Berbeda
Daya tarik Sahoun Ayam Pak Kartim terletak pada bahan dan cara penyajiannya yang tidak biasa.
Sahoun dibuat dari campuran tepung beras dan tepung kanji (aci), menghasilkan tekstur kenyal dan sedikit lengket. Meski tampilannya mirip kwetiau, sensasi yang dihasilkan saat dimakan terasa berbeda.
Dalam penyajiannya, adonan sahoun dipotong kecil-kecil lalu direbus sebentar hingga matang. Sajian ini kemudian disajikan dalam mangkuk dengan suwiran ayam yang cukup banyak serta taburan daun bawang.
Keunggulan lainnya ada pada kuahnya. Sahoun disajikan dengan kuah bening yang kaya rasa kaldu ayam. Tanpa tambahan kecap manis, rasa gurih yang muncul berasal dari kaldu dan kecap asin, sehingga terasa lebih ringan namun tetap kuat.
Sebagai pelengkap, tersedia sambal bagi yang menyukai rasa pedas. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati camilan seperti martabak telur daun bawang yang cocok disantap bersama sahoun.

Harga Bersahabat dengan Banyak Pilihan Menu
Dari segi harga, Sahoun Ayam Pak Kartim tergolong terjangkau. Di beberapa cabang, satu porsi dibanderol sekitar Rp16.000, sedangkan porsi setengahnya Rp8.000.
Sementara itu, di cabang kedua, satu porsi dijual dengan harga sekitar Rp14.000, meski seluruh outlet tetap menggunakan dapur yang sama.
Tak hanya sahoun, tersedia pula beragam menu tambahan seperti sate usus, aneka gorengan (martabak telur, pastel, tempe), hingga kerupuk dan emping yang melengkapi hidangan.
Lokasi Mudah Dijangkau, Buka Setiap Hari
Kini, Sahoun Ayam Pak Kartim hadir di beberapa lokasi di Purwokerto sehingga mudah ditemukan. Berikut beberapa titik penjualannya:
- Sahoun Ayam Pak Kartim 1: Jl. Kaliputih No.18, Purwokerto Wetan (08.00 – habis)
- Sahoun Ayam Pak Kartim 2: Jl. Senopati, Arcawinangun (10.00 – 18.00)
- Sahoun Ayam Pak Kartim 3: Jl. Pramuka No.30 C, Sodagaran (08.00 – 18.00)
- Sahoun Ayam Pak Kartim 4: Jl. Martadireja 1 No.573, Purwokerto Wetan (08.00 – 15.00)
Seluruh cabang buka setiap hari, sehingga pengunjung dapat menyesuaikan waktu kunjungan sesuai jam operasional masing-masing.
Kuliner Lokal yang Tetap Bertahan
Sahoun Ayam Pak Kartim menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner lokal yang masih terjaga keasliannya. Hingga kini, hidangan ini tetap identik dengan Purwokerto dan belum banyak ditemukan di daerah lain.
Di tengah perkembangan kuliner modern, sahoun tetap mempertahankan resep sederhana dengan cita rasa yang khas. Tak hanya soal makanan, menyantap sahoun juga menjadi pengalaman menikmati warisan budaya yang terus hidup.
Dengan segala keunikan yang dimiliki, Sahoun Ayam Pak Kartim layak disebut sebagai kuliner khas Purwokerto yang autentik dan sulit tergantikan.
***

