Desa Tambaksari di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, semakin dikenal sebagai salah satu desa yang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang menarik.
Desa yang berada di wilayah perbukitan ini menawarkan konsep ekowisata dengan memadukan keindahan alam, kearifan lokal, serta potensi ekonomi kreatif masyarakat.
Berbagai destinasi alam seperti kawasan hutan pinus, puncak perbukitan, hingga embung konservasi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang sejuk dan asri.
Selain itu, tradisi budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat turut memperkaya pengalaman wisata di desa tersebut.
Wisata Alam yang Menjadi Andalan Desa
Salah satu potensi wisata unggulan di Desa Tambaksari adalah Camping Ground Kiara Payung yang berada di kawasan perbukitan. Tempat ini kerap menjadi lokasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati kegiatan berkemah dengan panorama alam terbuka dan udara pegunungan yang sejuk.
Selain itu terdapat Puncak Cibinuang, kawasan hutan pinus yang menawarkan pemandangan alam yang menenangkan. Lokasi ini sering dijadikan tempat swafoto aesthetic maupun aktivitas wisata alam seperti camping dan trekking ringan.
Kawasan tersebut berada di Dusun Gunung Geulis dan dikenal memiliki suasana yang masih alami.
Destinasi lain yang juga menjadi daya tarik adalah Puncak Lumba, yang dikenal sebagai salah satu titik pandang terbaik untuk menikmati lanskap perbukitan di wilayah Wanareja.
Dari tempat ini, wisatawan dapat menikmati panorama alam yang luas, terutama saat pagi hari maupun menjelang matahari terbenam.
Tak kalah menarik, terdapat pula Embung Serbaguna Hantapura yang berfungsi sebagai penampung air sekaligus objek wisata. Embung ini tidak hanya bermanfaat bagi konservasi sumber daya air, akan tetapi juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat dan pengunjung yang datang ke Desa Tambaksari.
Tak hanya destinasi alam tersebut, desa ini juga memiliki fasilitas Bale Bandung, yang sering digunakan sebagai tempat pertemuan, kegiatan masyarakat, maupun aktivitas pendukung pariwisata desa.
Tradisi Sedekah Kupat yang Menjadi Identitas Budaya
Selain dikenal dengan wisata alamnya, Desa Tambaksari juga memiliki tradisi budaya yang masih terjaga hingga saat ini, yakni Sedekah Kupat atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai Sidekah Kupat.
Tradisi ini adalah ritual adat yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setiap tahun. Dalam pelaksanaannya, warga membawa gunungan ketupat dan berbagai hidangan tradisional yang lalu diarak menuju lokasi acara dengan iringan kesenian daerah.
Kegiatan tersebut biasanya diikuti ribuan warga dari berbagai dusun di Desa Tambaksari. Prosesi ini tidak hanya menjadi bentuk doa dan ungkapan syukur masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebersamaan serta melestarikan budaya warisan leluhur.
Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi Sedekah Kupat bahkan dikemas dalam bentuk festival budaya agar lebih menarik bagi wisatawan. Pemerintah desa bersama pemerintah daerah juga mendorong agar kegiatan tersebut dapat menjadi agenda wisata budaya di Kabupaten Cilacap.
Mengembangkan Desa Wisata Berbasis Ekowisata
Potensi alam dan budaya yang dimiliki Desa Tambaksari membuat desa ini mulai dikembangkan sebagai desa wisata berbasis ekowisata. Konsep ini mengutamakan pelestarian alam sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Pengembangan tersebut meliputi wisata alam, wisata edukasi, industri kecil menengah, hingga kuliner khas desa. Masyarakat juga dilibatkan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan desa wisata, mulai dari pelaku UMKM, pengelola wisata sampai dengan pemandu wisata lokal.
Meski demikian, pengembangan desa wisata ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama mengenai akses jalan dan fasilitas penunjang wisata yang perlu terus ditingkatkan agar kunjungan wisatawan semakin meningkat.
Bagian dari Desa Wisata Berkembang di Cilacap
Saat ini, Desa Tambaksari menjadi salah satu desa yang masuk dalam daftar 19 desa wisata di Kabupaten Cilacap tahun 2025 dan tergolong sebagai Desa Wisata Berkembang.
Status ini menunjukkan bahwa desa tersebut telah memiliki potensi wisata yang mulai dikelola secara aktif oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Dalam kategori yang sama, beberapa desa lain juga tercatat sebagai desa wisata berkembang, di antaranya Desa Sindangbarang di Kecamatan Karangpucung, serta Desa Pesanggrahan dan Desa Gentasari di Kecamatan Kroya.
Dengan kekayaan alam, budaya, serta semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi desa, Tambaksari memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi ekowisata unggulan di wilayah barat Kabupaten Cilacap.
Ke depan, peningkatan infrastruktur dan promosi wisata diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Desa Tambaksari sebagai salah satu tujuan wisata alam dan budaya yang menarik di Cilacap.
***

