cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Gedruk Sri Rahayu: Pesona Magis Kesenian Tradisional Khas Desa Pesanggrahan di Kroya Cilacap
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Gedruk Sri Rahayu: Pesona Magis Kesenian Tradisional Khas Desa Pesanggrahan di Kroya Cilacap
Cilacap

Gedruk Sri Rahayu: Pesona Magis Kesenian Tradisional Khas Desa Pesanggrahan di Kroya Cilacap

Kurnia
Last updated: 3 Maret 2026 11:49
Kurnia
Published: 3 Maret 2026
Share
Gedruk Sri Rahayu Kroya Cilacap
Pertunjukan Gedruk Sri Rahayu khas masyarakat Desa Pesanggrahan, Kroya Cilacap. (Foto: Tangkapan layar TikTok @kampungprapen)
SHARE

Gema suara lonceng kaki yang bersahutan dengan dentum kendang memecah keheningan di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya.

Contents
  • Mengenal Identitas Gedruk Sri Rahayu
  • Harmoni Musik dan Koreografi yang Menghentak
  • Menjaga Warisan di Desa Pesanggrahan
  • Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Di tengah kerumunan warga yang antusias, sekelompok penari dengan topeng raksasa berwajah sangar bergerak lincah mengikuti irama musik yang menghentak.

Inilah Gedruk Sri Rahayu, sebuah manifestasi budaya yang kini menjadi ikon kebanggaan sekaligus simbol pelestarian seni tradisional di Kabupaten Cilacap.

Sebagai salah satu bentuk pertunjukan seni Cilacap yang paling dinamis, Gedruk Sri Rahayu bukan sekadar hiburan visual. Ia adalah perpaduan antara kekuatan fisik, ketangkasan koreografi, dan kedalaman filosofi lokal yang telah mengakar kuat di hati masyarakat Pesanggrahan.

 

Mengenal Identitas Gedruk Sri Rahayu

Kesenian Gedruk secara etimologis dapat berasal dari kata “gedruk” yang berarti menghentakkan kaki ke bumi. Dalam kelompok Gedruk Sri Rahayu, gerakan menghentak ini adalah inti dari seluruh pertunjukan.

Setiap penari mengenakan puluhan lonceng kecil atau krincing yang diikatkan di kaki, sehingga setiap langkah yang diambil menghasilkan suara gemerincing yang ritmis dan memacu adrenalin.

Karakter yang dibawakan dalam tarian ini menyerupai Buto atau raksasa. Dengan topeng kayu berukir detail—lengkap dengan taring panjang dan rambut gimbal—para penari merepresentasikan kekuatan alam yang besar dan liar.

Namun, di balik wajahnya yang menyeramkan, gerakan yang dibawakan penuh dengan kedisiplinan dan keselarasan, menyimbolkan pengendalian diri manusia atas hawa nafsu yang besar.

 

Harmoni Musik dan Koreografi yang Menghentak

Pertunjukan Gedruk Sri Rahayu dari Desa Pesanggrahan memiliki ciri khas pada aransemen musiknya. Mengadopsi langgam Banyumasan yang egaliter dan enerjik, alat musik saron, kendang, dan gong dimainkan dengan tempo cepat.

Baca Juga  Syamsul Auliya Rachman Lawan KPK, Ajukan Praperadilan

Keunikan Sri Rahayu bisa terlihat pada kekompakan hentakan kaki para penarinya. Tidak hanya menari, tapi mereka juga berkomunikasi melalui suara lonceng tersebut.

Selain tarian, pertunjukan ini sering kali diselingi dengan atraksi cambuk (pecut). Suara ledakan cambuk yang memekakkan telinga berfungsi sebagai transisi antar gerakan atau sebagai tanda dimulainya babak baru dalam cerita yang dibawakan.

Penonton tidak jarang dibuat terpukau saat penari melakukan gerakan akrobatik yang sinkron dengan ledakan cambuk tersebut.

 

Menjaga Warisan di Desa Pesanggrahan

Keberadaan Gedruk Sri Rahayu di Desa Pesanggrahan, Kroya, Cilacap menjadi bukti nyata bahwa kesenian tradisional khas Desa Pesanggrahan masih memiliki tempat istimewa di era digital.

Kelompok ini secara rutin melakukan regenerasi dengan melibatkan pemuda desa, memastikan bahwa tongkat estafet kebudayaan tidak terputus.

Bagi masyarakat setempat, pementasan ini merupakan agenda wajib dalam berbagai acara besar, mulai dari perayaan kemerdekaan, hajatan desa, hingga ritual syukur setelah panen.

Popularitas kelompok ini bahkan telah melintasi batas kecamatan, menjadikannya salah satu aset wisata budaya yang potensial untuk menarik wisatawan ke wilayah Cilacap Timur.

 

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Meskipun memiliki basis massa yang kuat, tantangan pelestarian tetap ada. Modernitas dan perubahan gaya hidup menjadi ujian bagi eksistensi seni tradisional.

Akan tetapi, melalui kreativitas dalam kostum dan aransemen musik yang lebih modern tanpa meninggalkan pakem asli, Gedruk Sri Rahayu optimis tetap mampu bersaing sebagai tontonan yang relevan bagi generasi Z.

Dukungan dari pemerintah daerah dan perhatian kolektif dari masyarakat sangat diperlukan agar Gedruk Sri Rahayu tidak hanya menjadi memori, tetapi terus berdentum menghidupkan suasana di setiap sudut Desa Pesanggrahan.

Baca Juga  Terbongkar! Jaringan Sabu Berantai di Kesugihan Dibekuk, 3 Orang Diciduk Polisi

Gedruk Sri Rahayu adalah bukti nyata bahwa identitas sebuah daerah tersimpan rapat dalam gerak dan irama. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Kroya, sempatkanlah menyaksikan gemuruh hentakan kaki mereka yang tidak hanya menggetarkan tanah, tetapi juga membangkitkan kebanggaan akan warisan leluhur.

***

Pelajar Banyumas Raya Dilatih Produksi Film, Disiapkan Jadi Sineas Muda Tembus Nasional
Mudik Lebaran 2026 Lebih Nyaman, Polisi di Cilacap Buka Layanan Titip Kendaraan Gratis
Jelang Iduladha, Cilacap Tancap Gas Vaksinasi 5.000 Sapi, 160 Petugas Diterjunkan
Komposisi Baru Didominasi Anak Muda, Golkar Cilacap Bidik Ketua DPRD di 2029
Palak Sopir Bus di Terminal Cilacap, 2 Pria Diamankan Polisi
TAGGED:gedruk sri rahayukesenian cilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan