Peristiwa tragis menimpa seorang remaja di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Korban bernama Ajun Arman Permadi (17) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat mengendarai sepeda motor, Rabu (4/2/2026) sore.
Jasad warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja ini ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (5/2/2026) siang, setelah sempat hilang terbawa arus sejauh belasan kilometer.
Kronologi Kejadian
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat korban nekat menerjang arus air yang meluap di Jalan Raya Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
Kondisi hujan deras membuat aliran air yang melintasi jalan raya sangat kuat. Hal ini menyebabkan sepeda motor yang dikendarai korban kehilangan keseimbangan.
”Saat kejadian korban hendak menerjang arus di jalan raya Bojong, namun karena arus sangat deras, motor korban oleng. Korban terjatuh lalu terseret arus dan masuk ke selokan di pinggir jalan,” ujar Budiono dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Upaya Pencarian
Warga yang berada di lokasi sempat berusaha menolong dan mencari korban. Namun, derasnya debit air dan kondisi cuaca yang ekstrem membuat pencarian awal tidak membuahkan hasil.
Laporan kehilangan baru diterima Unit Siaga SAR Pemalang pada Kamis subuh, yang langsung ditindaklanjuti dengan penerjunan tim pencari ke lokasi kejadian.
Ditemukan 12 Kilometer dari Titik Awal
Setelah melakukan penyisiran intensif selama beberapa jam, tim SAR gabungan akhirnya menemukan titik terang pada pukul 12.20 WIB.
Korban ditemukan di aliran Sungai Gung, yang merupakan muara dari selokan tempat korban pertama kali terjatuh.
”Alhamdulillah, siang ini korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh kurang lebih 12 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan tersangkut bersama sampah di bebatuan Sungai Gung,” jelas Budiono.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Ajun langsung dibawa ke RSUD Soesilo Tegal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Imbauan Keselamatan
Menanggapi kejadian ini, pihak Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi genangan air atau arus deras saat hujan lebat.
”Kepada masyarakat, kami harap lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan, terlebih di musim penghujan seperti sekarang,” pungkasnya.

