KABAR baik datang bagi santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jateng resmi membuka Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, program yang menanggung biaya kuliah hingga Rp15 juta per semester dan membuka peluang studi sampai ke luar negeri.
Dengan ini, maka tidak ada lagi alasan santri terhenti kuliah karena biaya. Beasiswa Santri Jateng 2026 resmi digulirkan dengan fasilitas lengkap, mulai dari UKT, biaya hidup, hingga tiket dan visa bagi mahasiswa luar negeri.
Program beasiswa santri ini merupakan komitmen pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Program ini disambut antusias kalangan pesantren karena dinilai menjadi solusi konkret bagi santri dan pengasuh yang terkendala biaya kuliah.
Beasiswa ini membuka kesempatan melanjutkan pendidikan jenjang S1, S2, hingga S3, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan fasilitas yang tergolong lengkap dan kompetitif.
Program Beasiswa Santri Banjir Dukungan Pesantren
Dibukanya program ini disambut baik oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Maghfur, Mranggen, Kabupaten Demak, Nyai Azizah Masruchan, menyebutkan jika program beasiswa ini sangat strategis. Menurutnya, biaya pendidikan tinggi kerap menjadi penghambat utama santri untuk melanjutkan studi.
“Biaya kuliah S1 dan S2 itu tidak sedikit. Kalau tidak mampu, pendidikan bisa terhenti. Beasiswa ini sangat saya dukung karena ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya saat Pengajian Umum Haul Simbah KH Masruchan Ihsan dan Nyai Hj Mahsun Muhdlor.
Dikatakannya, santri telah memiliki bekal kuat berupa pendidikan agama. Jika dikombinasikan dengan ilmu pengetahuan umum, akan lahir generasi yang unggul dan berdaya saing.
Wagub Jateng Ajak Santri Manfaatkan Beasiswa Prioritas
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak santri dan pengasuh pesantren untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini. Ia menegaskan bahwa pendaftaran beasiswa telah resmi dibuka.
“Beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sudah dibuka,” kata Taj Yasin.
Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 menjadi salah satu program prioritas Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Santri Bisa Kuliah Kedokteran hingga Double Degree Luar Negeri
Untuk santri, beasiswa mencakup pendidikan vokasi dan S1 dalam negeri pada berbagai bidang strategis, seperti:
- Kedokteran
- Pertanian
- Sains dan teknologi
- Teknik dan matematika (STEM)
- Keilmuan keislaman
Sementara untuk studi luar negeri dan program double degree, santri dapat memilih kampus di berbagai negara, antara lain:
- Turki
- Jepang
- Korea Selatan
- China
- Taiwan
- India
- Malaysia
- Thailand
- Filipina
Khusus bidang keislaman, beasiswa juga tersedia untuk studi di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof, dan Universitas Imam Syafi’i Yaman.
Beasiswa Pengasuh Pesantren untuk S2 dan S3
Tak hanya santri, pengasuh pondok pesantren juga mendapatkan kesempatan melanjutkan studi S2 dan S3 dalam negeri. Bidang studi yang ditawarkan meliputi:
- Keislaman
- Humaniora
- Kedokteran
- Sains dan teknologi
Studi dapat ditempuh di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah bekerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah.
Fasilitas Lengkap, UKT hingga Rp15 Juta per Semester
Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026 menawarkan fasilitas yang sangat kompetitif, di antaranya:
- Bantuan UKT hingga Rp15 juta per semester (khusus Prodi Kedokteran)
- Bantuan biaya hidup bulanan bagi mahasiswa luar negeri
- Bantuan pengurusan visa
- Tiket keberangkatan dan kepulangan
- Asuransi selama masa studi
Dengan fasilitas ini, penerima beasiswa dapat fokus belajar tanpa dibebani masalah biaya.
Cara Daftar Beasiswa Santri Jateng 2026
Informasi lengkap mengenai pendaftaran dan persyaratan dapat diakses melalui:
- Aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) di Playstore dan App Store
- Situs resmi Pemprov Jawa Tengah: jatengprov.go.id

