Ketua DPRD Jateng Sumanto menilai wilayah Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar memiliki potensi yang besar sebagai destinasi wisata. Desa Gerdu potensial menjadi desa wisata edukasi pertanian karena berada di kaki Gunung Lawu yang sejuk dan tanahnya subur.
Sumanto menilai potensi yang ada di Desa Gerdu cukup lengkap karena udara sejuk dengan topografi berbukit dan sebagian berupa lereng. Selain itu, tanahnya juga subur sehingga mendukung sektor pertanian dan perkebunan.
“Lingkungan juga masih alami dan asri. Kondisi ini menjadikan Desa Gerdu sangat potensial sebagai desa wisata alam. Bagus untuk agrowisata atau wisata edukasi lingkungan,” kata Ketua DPRD Jateng tersebut saat menggelar Temu Tani di Desa Gerdu, belum lama ini.
Sumanto menambahkan, Kampung Wisata Barokah menjadi pusat wisata Desa Gerdu dengan daya tarik edukasi pertanian. Di tempat itu, wisatawan bisa ikut menanam hingga panen produk pertanian. Di situ juga ada wisata berkuda, outbound, panahan, hingga walking tour. Pengunjung yang datang juga bisa menginap di homestay warga yang berbasis kearifan lokal.
“Desa Gerdu ini memiliki pemandangan alam yang bagus dan udaranya sejuk. Ada juga spot sunrise dan sunset yang bisa menarik wisatawan, tinggal dimanfaatkan secara kreatif,” katanya.
Ketua DPRD Jateng Nilai Warga Bisa Maksimalkan Potensi Pertanian
Sumanto menambahkan, warga Desa Gerdu juga bisa memaksimalkan potensi pertanian dengan menanam sayuran seperti sawi atau kangkung. Ketua DPRD Jateng itu juga mendorong warga mengembangkan pertanian organik karena bernilai ekonomi tinggi dan punya segmen tersendiri.
Menurut Sumanto, pertanian organik dalam skala kecil merupakan kegiatan yang sangat mudah dilakukan dan tidak harus memiliki lahan yang luas. Kegiatan ini dapat dimulai dari lingkungan rumah sendiri dengan memanfaatkan pekarangan, halaman sempit, bahkan pot atau wadah bekas.
“Banyak tanaman yang bisa dikembangkan secara organik. Mulai dari sawi, kangkung, selada, hingga cabai. Cabai kan adakalanya harganya mahal. Kalau menanam sendiri di rumah bisa mengatasi masalah tersebut,” katanya.
Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto mengakui wilayahnya memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian dan pariwisata. Namun, dia mengatakan para petani kerap terkendala minimnya ketersediaan air saat musim kemarau. Selain itu, Desa Gerdu dengan topografi perbukitan merupakan wilayah rawan bencana. Karena itu, Veri mendukung program Jogo Kali Merawat Bumi yang Sumanto jalankan dengan menanam kembali pohon di sekitar sungai.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

