Ketua DPRD Jateng Sumanto memotivasi warga terkait peluang usaha yang bisa membuat kehidupan lebih baik. Motivasi itu diberikan saat menggelar Temu Tani di Desa Jenawi, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Sabtu, 17 Mei 2026.
Dia mengatakan, usaha kecil dengan modal minim dan risiko rendah justru bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga apabila dijalankan dengan tekun dan konsisten. Caranya, katanya, dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungan sekitar.
“Jangan takut memulai usaha kecil. Yang penting ada kemauan, disiplin, dan konsisten. Modalnya kecil dan tidak perlu hutang ke bank. Kalau pun usaha tak jalan, kerugiannya tidak terlalu besar,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Sumanto Beberkan Contoh Usaha Pertanian dan Peternakan
Sumanto mencontohkan salah satu usaha yang bisa dikembangkan di bidang pertanian adalah mengolah tanah untuk ditanami sayur mayur seperti kangkung dan sawi. Tanah di Desa Jenawi yang subur karena berada di lereng Gunung Lawu punya potensi besar untuk dikembangkan, asal warga konsisten. Lahan bisa diolah sendiri tanpa mempekerjakan buruh tani, sehingga modalnya minim.
“Kita hitung misal lahan 1.000 meter, setiap hari dipaculi sendiri 30 meter. Biaya hariannya minim. Jika sudah berkembang, rata-rata hasil panennya bisa 150 ikat kangkung per hari. Satu ikatnya seharga Rp.1.000. Dalam sebulan keuntungannya bisa jutaan,” ujarnya.
Dia melanjutkan, jenis usaha lain adalah di bidang peternakan yakni beternak ayam kampung dengan metode 10 banding 1 atau sepuluh ayam kampung betina dan satu ayam kampung jantan. Dia mengatakan, beternak ayam kampung relatif mudah dan tidak membutuhkan modal besar. Selain itu, permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung cenderung stabil, bahkan meningkat karena dianggap lebih sehat dan memiliki cita rasa khas dibandingkan ayam ras.
“Peternakan berdaya dapat dimulai dari skala kecil dengan memelihara sepuluh ayam kampung betina dan satu ayam kampung jantan. Ini modalnya kecil dan tidak muluk-muluk, tapi hasilnya menjanjikan,” katanya.
Sumanto mengatakan, beternak ayam kampung tidak harus langsung dalam jumlah besar. Yang penting konsisten dalam perawatan, menjaga kebersihan kandang, serta memperhatikan kesehatan ayam. Ayam kampung sendiri memiliki keunggulan daya tahan tinggi terhadap penyakit, pertumbuhannya cepat, produksi telur tinggi mencapai 60 hingga 100 butir per tahun, dagingnya gurih dan disukai pasar lokal, serta cocok untuk usaha skala kecil dan menengah.
Sumanto mengatakan, pencegahan dari penyakit juga relatif mudah. Yaitu dengan memberikan ramuan Kunyit, Temulawak, Jahe (Kuteja), menghindari kandang lembap, membuat ventilasi udara, karantina ayam baru minimal 7 hari, serta menjaga kebersihan kandang. Dia mengatakan, pakan ayam juga bisa memanfaatkan racikan limbah dapur yang direbus. Setelah pakan racikan diberikan secara rutin pada ayam kampung petelur, berpotensi menghasilkan telur dengan kandungan omega 3 yang lebih tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan nutrisi otak. Ia juga menegaskan bahwa mental pantang menyerah menjadi kunci utama dalam membangun usaha.

