Talud sepanjang 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 4 meter milik warga longsor. Musibah itu terjadi setelah hujan deras di Dukuh Muntang RT 01 RW 03, Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jumat (6/2/2026).
Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB karena kondisi tanah yang labil akibat intensitas hujan tinggi. Dari hasil asesmen BPBD Kebumen, aset terdampak merupakan talud milik Suyatno (58).
Dikutip dari website BPBD Kebumen, taka da terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam musibah itu. Kerusakan akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp2.000.000 dengan nilai kerugian sebesar Rp3.000.000, dan dikategorikan sebagai rusak ringan.
Sementara, BPBD Kabupaten Kebumen melalui Pusdalops PB melakukan asesmen lokasi pada Sabtu (7/2/2026) pukul 10.30 WIB. Asesmen itu dilakukan setelah adanya laporan dari warga dan kepala desa setempat.
Waspada Potensi Longsor Susulan
Upaya penanganan dilakukan melalui kerja bakti warga, koordinasi dengan pemerintah desa. BPBD juga memberi imbauan kepada pemilik rumah agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi longsor susulan.
BPBD Kebumen juga telah menyalurkan logistik kerja bakti sebanyak 1 paket sebagai bentuk dukungan penanganan awal di lokasi kejadian. BPBD Kabupaten Kebumen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah rawan longsor, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.
Seperti diketahui, saat ini masih musim hujan. Selain longsor, fenomena yang kerap terjadi di Kebumen pada awal 2026 ini adalah angin kencang dan hujan deras yang membuat pohon bertumbangan.

