cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Bikin Merinding! Ternyata Inilah Satu Kata yang Paling Banyak Diucapkan Manusia Setelah Meninggal Dunia
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Khazanah > Bikin Merinding! Ternyata Inilah Satu Kata yang Paling Banyak Diucapkan Manusia Setelah Meninggal Dunia
Khazanah

Bikin Merinding! Ternyata Inilah Satu Kata yang Paling Banyak Diucapkan Manusia Setelah Meninggal Dunia

Arsya Al Kaisar
Last updated: 29 Januari 2026 10:57
Arsya Al Kaisar
Published: 29 Januari 2026
Share
Meninggal dunia
Seseorang membacakan doa pada orang yang telah meninggal dunia. (dok babelprov.go.id)
SHARE

Pernahkah Anda membayangkan sebuah siksaan yang tidak membakar kulit, namun merobek jiwa? Di alam barzakh nanti, ada satu kalimat pendek yang disebut-sebut lebih menyakitkan daripada jilatan api neraka, yakni kata “Andai Saja”. Para ulama bahkan mengategorikan penyesalan ini sebagai azab mandiri yang hadir tepat saat kesempatan terakhir telah terkunci rapat.

Contents
  • Jeritan “Kembalikan Aku”
  • Penyesalan Orang Saleh dan Durhaka
  • Bahaya Kata “Nanti Saja”

Kesadaran datang sepenuhnya, tetapi peluang untuk memperbaiki telah lenyap. Inilah penderitaan batin yang tidak bisa diobati, tidak bisa ditebus, dan tidak bisa dilampiaskan dengan apa pun.

Allah menggambarkan keadaan ini dengan peringatan yang sangat memilukan ketika Dia berfirman, “Berilah peringatan kepada manusia tentang Hari Penyesalan, ketika segala perkara telah diputuskan, sedang mereka dahulu lalai dan tidak beriman.” (QS. Maryam: 39).

Makna ‘Al-Hasrah’

Kata al-hasrah yang digunakan Al-Qur’an menggambarkan penyesalan yang sangat dalam, hingga dada terasa seperti terkoyak.

Namun, rasa itu sama sekali tidak mampu mengubah keputusan Allah. Inilah penyesalan total yang datang ketika semuanya sudah selesai.

Penyesalan itu selalu datang terlambat. Manusia tidak menyesal karena tidak tahu, melainkan karena menunda saat masih tahu.

Masalahnya bukan kekurangan dalil, melainkan kebiasaan menunda taubat, merasa aman dari murka Allah, dan terlalu yakin bahwa waktu masih panjang.

Jeritan “Kembalikan Aku”

Padahal ketika kematian datang, barulah kesadaran itu memuncak. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mu’minun ayat 99 yang artinya: “Hingga ketika kematian datang kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: ‘Ya Rabbku, kembalikan aku.’”

Permintaan itu sebenarnya sangat sederhana. Manusia tidak meminta kekayaan atau kemewahan dunia. Yang diminta hanyalah satu kesempatan untuk beramal saleh.

Baca Juga  Menyucikan Jiwa, Mengatasi Letih Spiritual di Madrasah Ramadhan

Namun Allah menjawab permintaan itu dengan satu kata yang mematikan harapan: kallā—sekali-kali tidak. Pintu telah tertutup selamanya.

Penyesalan Orang Saleh dan Durhaka

Yang sering tidak disadari, penyesalan bukan hanya milik orang-orang durhaka. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap orang yang meninggal dunia pasti menyesal.

Orang Saleh: Menyesal karena merasa tidak menambah kebaikannya.

Orang Buruk: Menyesal karena tidak berhenti dari keburukannya.

Maka keselamatan bukan terletak pada pengakuan setelah mati, tetapi pada amal sebelum mati. Penyesalan menjadi lebih menyiksa daripada api neraka karena datang bersama kesadaran penuh bahwa keselamatan dahulu sebenarnya sangat mungkin diraih.

Bahaya Kata “Nanti Saja”

Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata bahwa tangisan penghuni neraka terjadi karena mereka tahu bahwa dulu mereka bisa selamat seandainya tidak menunda peringatan Allah.

Ibnul Qayyim رحمه الله juga mengingatkan bahwa menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian. Sebab, menyia-nyiakan waktu memutus hubungan seseorang dengan Allah.

Setiap penyesalan di akhirat bermula dari satu kalimat sederhana di dunia: “nanti saja”. Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka. Jangan menunggu hingga semua terlambat.

 

Mempersiapkan Bekal di Ambang Akhir: Introspeksi Diri Sebelum Hari Perhitungan
Makna Idul Fitri: Menemukan Kemenangan Sejati Melalui Pintu Maaf
Ada Konflik Rumah Tangga? Ini 5 Tips Bertengkar Sehat dalam Perspektif Islam
Liga 4 Nasional: Persak Belum Bisa Pakai Stadion Chandradimuka
I’tikaf 10 Malam Terakhir: Titik Balik Spiritual Mengejar Lailatul Qadar
TAGGED:Meninggal dunia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan