Suasana di Desa Purwonegoro, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara mendadak memanas pada Kamis (29/1/2026).
Ratusan warga setempat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di halaman Pasar Ikan Purwonegoro. Aksi ini merupakan bentuk reaksi spontan warga setelah beredar kabar akan adanya kepungan ribuan anggota ormas dari luar daerah ke wilayah mereka.
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Purwonegoro, Renda Sabita Noris, warga dengan tegas menyatakan sikap mendukung investasi di daerah mereka dan menolak segala bentuk aksi yang dapat mengganggu kondusivitas desa.
Tak Ingin Dibenturkan dengan Ormas
Kades Purwonegoro, Renda Sabita Noris dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran warga bukan semata-mata untuk membela PT Superior Prima Sukses secara buta.
Namun, warga merasa perlu menjaga psikologi masyarakat dari ancaman tekanan pihak luar yang mengatasnamakan audensi.
“Kami mendukung investasi yang masuk ke Banjarnegara. Dan kami meminta PT Superior agar segera melengkapi persyaratan usaha yang belum lengkap,” tegas Renda di hadapan massa yang berkumpul.
Ia juga menyoroti adanya informasi mengenai ribuan anggota ormas atau LSM tertentu yang akan mendatangi perusahaan tersebut. Renda meminta pemerintah daerah segera turun tangan agar masyarakat tidak menjadi korban gesekan di lapangan.
“Pemkab harus tanggung jawab atas belum lengkapnya persyaratan administrasi perusahaan. Jangan sampai warga dibenturkan dengan ormas tersebut,” cetusnya.
900 Personel Kepolisian Disiagakan
Ketegangan di lokasi membuat pihak kepolisian tidak mau ambil risiko. Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, mengatakan pihaknya menerjunkan kekuatan penuh untuk mengamankan situasi.
“Sebanyak 900 personel diterjunkan untuk mengawal aksi warga. Kami kawal warga untuk menyampaikan aspirasi tersebut agar berjalan aman dan tertib,” jelas Kapolres.
Di sisi lain, Plt Sekda Banjarnegara, Tursiman, yang hadir di lokasi mencoba menenangkan massa. Ia meminta warga untuk mempercayakan penyelesaian masalah administrasi perusahaan kepada pemerintah.
“Kami minta warga pulang saja. Selanjutnya, pertemuan mediasi antara PT Superior dengan ormas biar difasilitasi oleh Pemkab dan Polres,” ujar Tursiman.
Duduk Perkara Munculnya Aksi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi ini dipicu oleh kabar rencana audensi skala besar oleh ribuan anggota ormas atau LSM tertentu ke PT Superior Prima Sukses hari ini.
Kabar tersebut memicu keresahan warga Desa Purwonegoro yang khawatir lingkungan mereka akan terganggu. Warga menegaskan bahwa mereka terbuka bagi investor, namun meminta semua pihak menghormati kedaulatan desa dan aturan yang berlaku tanpa adanya aksi intimidasi atau premanisme.

