Beranda / Banyumas Raya / Dari Kelas ke Kedai Kopi, Siswa SMAN 1 Sigaluh Dibekali Skill Barista Profesional

Dari Kelas ke Kedai Kopi, Siswa SMAN 1 Sigaluh Dibekali Skill Barista Profesional

Barista profesional

SEBAGAI bagian dari pembekalan keterampilan para siswa yang akan lulus tahun ini, siswa kelas XII SMAN 1 Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, tidak hanya disibukkan dengan ujian akademik. Mereka juga dibelaki keterampilan praktis di bidang perkopian melalui pelatihan barista profesional, sebagai langkah nyata menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berjiwa wirausaha.

Program bertajuk Sigaluh Barista Empowerment and Vocational Skill ini dirancang untuk memberi alternatif masa depan bagi siswa. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak mengenal dunia barista secara langsung, mulai dari teknik meracik kopi, penggunaan peralatan, hingga pemahaman peluang bisnis kopi yang terus berkembang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sekaligus menjawab tren industri kreatif berbasis kopi yang kini digemari generasi muda.

Gandeng Young Ambassador Agriculture 2025

Untuk meningkatkan kualitas pelatihan, SMAN 1 Sigaluh menggandeng Young Ambassador Agriculture 2025, Fadlulloh Bilal Chibran Chaedae, sebagai pemateri utama. Dalam sesi tersebut, Fadlulloh membagikan pengalaman sekaligus pandangannya tentang profesi seni meracik kopi yang kini memiliki prospek menjanjikan.

Ia menekankan bahwa profesi seni meracik kopi bukan hanya sekadar meracik minuman, tetapi profesi yang menuntut kedisiplinan, kemauan belajar, dan sikap profesional.

“Menjadi barista itu soal niat dan konsistensi. Bukan hanya rasa kopi, tapi juga attitude, tanggung jawab, dan cara melayani. Itu yang kami terapkan di Misisipi Kopi,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan barista tidak bisa didapat secara instan, melainkan melalui proses panjang dan latihan berkelanjutan. Karena itu, pihaknya membuka ruang pembinaan lanjutan bagi peserta yang benar-benar ingin terjun ke dunia profesional.

Sertifikasi Barista Ketat, Utamakan Kualitas

Fadlulloh juga menjelaskan bahwa Misisipi Kopi menerapkan standar ketat dalam proses sertifikasi barista. Dari ribuan peserta pelatihan yang pernah mengikuti program, tidak semuanya dinyatakan lulus.

Baca Juga  Jadi Buruan Pecinta Dessert, Intip Fenomena ‘War Cheesecake’ di Utomo House Purwokerto, Hidden Gem yang Lagi Viral!

“Kami menjaga kredibilitas. Sertifikat hanya diberikan kepada peserta yang memenuhi standar kompetensi,” katanya.

Pendekatan tersebut bertujuan mencetak barista yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan etos kerja yang kuat.

Belajar Langsung di Balik Mesin Espresso

Pelatihan barista ini dikemas secara interaktif. Selain menerima materi dasar, siswa langsung mempraktikkan proses pembuatan minuman kopi menggunakan peralatan meracik kopi yang memadai.

Dengan pendampingan barista profesional, para siswa mencoba proses penyeduhan hingga penyajian. Metode praktik langsung ini membuat peserta lebih memahami realitas kerja di dunia barista sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

Sekolah Tanamkan Wawasan Bisnis Kopi

Kepala SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara, Linovia Karmelita, menegaskan bahwa pelatihan barista ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari penguatan pendidikan kewirausahaan di sekolah.

“Ke depan, siswa tidak hanya belajar meracik kopi, tetapi juga memahami proses budidaya dan bisnis kopi secara menyeluruh. Kami ingin mereka mengenal rantai usaha dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memiliki gambaran utuh tentang industri kopi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

Teken MoU, Siswa Direncanakan Kunjungi Sentra Kopi

Dalam kesempatan yang sama, SMAN 1 Sigaluh dan Misisipi Kopi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerja sama berkelanjutan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis kopi.

Ke depan, siswa direncanakan melakukan kunjungan edukatif ke sentra pengolahan kopi di Desa Banjarmangu. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang proses produksi kopi sekaligus membuka wawasan peluang kerja dan usaha di sektor kopi lokal.

Tag: