Beranda / Banyumas Raya / Sosok Rahmawati, Perajut Asal Banjarnegara yang Produknya Tembus Singapura

Sosok Rahmawati, Perajut Asal Banjarnegara yang Produknya Tembus Singapura

​Rahmawati Nurul Layli saat merajut benang menjadi kerajinan tangan yang diminati hingga luar negri, Senin (9/2/2026) (Foto: Layli)

Kreativitas tak mengenal batas wilayah. Hal ini dibuktikan oleh Rahmawati Nurul Layli, seorang perajut muda asal Desa Karangjambe, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara. Berawal dari sekadar hobi mengisi waktu luang, kini karya rajutannya telah melanglang buana hingga ke pasar internasional.

​Layli menekuni bisnis handmade ini dengan memanfaatkan kemahirannya menyusun benang menjadi berbagai produk bernilai ekonomis. Mulai dari dompet, tas, topi, gantungan kunci, hingga produk yang cukup spesifik seperti cover siwak.

​”Awalnya hanya hobi. Lama-lama banyak yang tertarik dan memesan, akhirnya saya tekuni sebagai usaha,” ujar Layli kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

​Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

​Meski dikerjakan dari rumah di pelosok desa, pemasaran produk Layli tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia mengombinasikan penjualan secara daring (online) dan luring (offline) untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.

​Beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Sragen, Semarang, Purbalingga, hingga Purwokerto menjadi pasar tetapnya. Namun, yang paling membanggakan adalah pesanan yang datang dari mancanegara.

​”Beberapa produk telah dikirim ke luar negeri, antara lain Singapura dan Malaysia,” tuturnya.

​Tas rajutan karya Rahmawati Nurul Layli. (Foto: Layli)
​Tas rajutan karya Layli. (Foto: Layli)

 

​Omzet Jutaan Rupiah

​Tak hanya produk rajutan, Layli juga melayani pesanan produk kreatif lainnya seperti:

  • ​Buket bunga
  • ​Parsel
  • ​Seserahan mahar dengan desain khusus (custom)

​Soal harga, Layli mematok tarif yang sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jenis produk dan tingkat kesulitan pembuatannya. Dari ketekunannya ini, ia mampu mengantongi omzet rata-rata Rp3 juta per bulan.

 

​Apresiasi Pemerintah Desa

​Kepala Desa Karangjambe, Susilo Jatmiko, mengaku bangga dengan pencapaian warganya. Ia menilai Layli berhasil mengubah keterampilan menjadi peluang ekonomi kreatif yang nyata di desa.

​”Potensi kerajinan tangan di wilayah kami cukup beragam. Selain rajutan, ada juga mainan anak dari kayu, hingga pembuatan perahu dan alat tangkap ikan. Kerajinan ini bukan hanya menjaga kreativitas warga, tetapi juga menambah penghasilan keluarga,” kata Susilo.

Baca Juga  Hari Ke-3 Operasi SAR, Satu Korban Terseret Ombak di Pantai Setrojenar Ditemukan Tak Bernyawa

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

 

Tag: