cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Pentas Teater “Blokeng”, Merayakan 10 Tahun Katasapa Purbalingga
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Pentas Teater “Blokeng”, Merayakan 10 Tahun Katasapa Purbalingga
Banyumas Raya

Pentas Teater “Blokeng”, Merayakan 10 Tahun Katasapa Purbalingga

N Harstanto
Last updated: 15 Februari 2026 10:11
N Harstanto
Published: 15 Februari 2026
Share
pentas teater
Pentas teater “Blokeng” digelar dalam rangka 10 tahun Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa), di kompleks Bioskop Misbar Taman Usman Janatin Purbalingga, Sabtu (14/2/2026). (Foto :Dok Katasapa).
SHARE

Pentas teater berjudul “Blokeng” digelar Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga. Perhelatan dalam rangka perayaan 10 tahun Katasapa  yang digelar di Bioskop Misbar, Taman Usman Janatin, Sabtu (14/2/2026) malam itu menjadi wujud eksistensi komunitas tersebut.

Contents
  • Diperkuat Pemain Ekspresif
    • Bupati Purbalingga Beri Apresiasi
      • Katasapa Aktif Berkegiatan

Adaptasi Cerpen Ahmad Tohari

Blokeng merupakan hasil adaptasi atau alih wahana dari cerpen karya sastrawan ternama Ahmad Tohari yang berjudul sama. Cerita tersebut dikenal sebagai salah satu karya yang tajam dalam memotret kehidupan masyarakat.

Naskah cerpen kemudian diadaptasi menjadi naskah drama oleh Agustav Triono, yang juga Ketua Katasapa sekaligus sutradara pementasan. Di bawah arahannya, cerita “Blokeng” menjadi pertunjukan teater yang hidup, komunikatif, dan mengandung kritik sosial.

Pementasan ini berkisah tentang Blokeng, seorang perempuan “gemblung” dan tiba-tiba hamil. Peristiwa itu memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Warga saling menduga dan berspekulasi tentang siapa yang menghamilinya. Kegemparan tersebut menghadirkan pertanyaan yang lebih mendalam: siapa sebenarnya yang tidak waras Blokeng atau masyarakat yang sibuk menghakimi? Dari sanalah kritik sosial dalam cerita ini menemukan momentumnya.

 

Diperkuat Pemain Ekspresif

 

Pementasan diperkuat oleh para pemain yang tampil ekspresif, yakni Meyda, Agustav, Trisnanto Budidoyo, Deka Aepama, Lilian Kiki Triwulan dan Rone Yuliar. Produksi ini dikomandoi oleh Ikrom Rifai selaku pimpinan produksi (Pimpro) dan Peppy sebagai stage manager yang memastikan jalannya pertunjukan berlangsung lancar dan tertata.

“Tak hanya melibatkan internal komunitas, pentas produksi ini terselenggara secara kolektif dengan menggandeng berbagai kelompok seni,” kata Agustav usai pementasan.

Teater Proses UNWIKU turut ambil bagian menggarap artistik panggung, demikian pula kelompok musik dari Umah Wayang Kemukusan Selakambang, Kaligondang, memperkaya suasana pertunjukan dengan sentuhan musik calung. Dewan Kesenian Purbalingga juga mendukung pertunjukan tersebut.

Baca Juga  Keripik Niti: Menelusuri Jejak Pelopor Keripik Tempe Legendaris Purwokerto Sejak 1967

Bupati Purbalingga Beri Apresiasi

Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Mukodam, yang ikut menyaksikan pentas tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya pementasan tersebut. Ia berharap pertunjukan serupa dapat lebih sering digelar agar seni dan budaya di Purbalingga terus hidup dan berkembang.

Antusiasme penonton bahkan melampaui prediksi panitia. Kehadiran penonton dari berbagai kalangan, mulai dari beberapa pejabat Pemda, komunitas seni Purbalingga dan Banyumas hingga masyarakat umum penikmat seni menjadi bukti bahwa teater masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Katasapa Aktif Berkegiatan

Katasapa dikenal sebagai komunitas yang aktif berkegiatan sejak 2016 di bidang seni sastra dan teater. Selama satu dekade, komunitas ini konsisten menggelar berbagai agenda, seperti pentas teater, pelatihan teater, pentas baca puisi, peringatan Bulan Bahasa, ngaji budaya, diskusi seni budaya, penerbitan buku sastra, hingga lomba baca puisi.

Melalui “Blokeng”, Katasapa tidak hanya merayakan usia, tetapi menegaskan komitmennya untuk terus merawat ruang ekspresi seni di Purbalingga. Satu dekade telah terlewati, dan panggung teater akan terus menyala.

ASN Purbalingga Dikerahkan Dukung Persibangga di 32 Besar Liga 4 Nasional
Sidang Korupsi BOK Puskesmas Kutasari Purbalingga, Saksi Mengaku Aliran Dana Mengalir ke Rekening Kepala Puskesmas
Viral Lapangan Kemutug Lor Baturraden, Panorama Gunung Slamet dan Tiket Murah Jadi Magnet Wisata
Dana Rp 200 Juta Milik Pensiunan Guru di Purwokerto Raib, Diduga Dibawa Lari Mantan Karyawan Bank
Asisten Pelatih Persibangga Ungkap Alasan Kekalahan dari Wahana FC
TAGGED:katasapa purbalinggapentas blokengtaman usman janatin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan