Akses menuju kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng dari arah Banjarnegara via Kecamatan Pejawaran terputus total akibat tanah longsor. Meski demikian, wisatawan diimbau tidak khawatir karena masih banyak jalur alternatif yang aman untuk dilalui.
Longsor tersebut tepatnya terjadi di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, pada awal Maret 2026. Material longsor menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Mohamad Iqbal, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan memasang rambu penunjuk arah di titik-titik strategis untuk memandu para pengguna jalan.
“Karena jalur alternatif Banjarnegara–Pejawaran menuju Dieng putus akibat longsor di Desa Ratamba, kami memasang papan penunjuk jalan agar pengguna jalan bisa mengetahui jalur alternatif yang tersedia,” ujar Iqbal, Selasa (10/3/2026).
Jalur Alternatif yang Tersedia
Bagi wisatawan yang berencana menuju Dieng, Iqbal merinci beberapa opsi rute yang bisa diambil:
- Jalur Utama Banjarnegara: Melalui Kecamatan Wanayasa.
- Akses Jalan Tol: Keluar menuju Kecamatan Kalibening, lalu lanjut ke arah Dieng.
- Jalur Wonosobo: Akses konvensional melalui Kabupaten Wonosobo tetap menjadi pilihan utama.
- Jalur Penghubung Lokal: Melalui wilayah Penusupan menuju Kecamatan Batur, atau bisa juga via Tieng dan Getas.
Namun, Iqbal memberikan catatan khusus untuk jalur Tieng dan Getas. “Kondisi jalannya sempit dan di beberapa titik cukup ekstrem, sehingga pengendara harus ekstra berhati-hati,” tambahnya.
Objek Wisata Tetap Buka Jelang Lebaran
Senada dengan Dishub, Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Tursiman, memastikan bahwa insiden longsor ini tidak mengganggu operasional objek wisata. Seluruh destinasi di Dieng tetap siap menyambut kunjungan wisatawan, terutama menjelang libur Lebaran.
“Untuk menuju Dieng aksesnya banyak. Bisa melalui Banjarnegara–Wanayasa, Wonosobo, Pekalongan, maupun Batang. Semua jalur tersebut dalam kondisi baik,” tegas Tursiman.

