Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali mempertegas komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi warga melalui peluncuran program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2026. Agenda besar ini diresmikan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di Desa Besuki, Kecamatan Lumbir, pada Selasa (21/4/2026).
Program ini dirancang sebagai langkah taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menstimulasi prakarsa Masyarakat Berpenghasilan Rendah agar mampu memiliki kediaman yang lebih sehat, aman, dan berkualitas. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Banyumas, Sakty Suprabowo, menjelaskan bahwa keberlangsungan program ini didukung oleh kekuatan anggaran dari berbagai sumber kolaborasi lintas sektor.
Melalui APBD Kabupaten Banyumas, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 5,58 miliar yang dialokasikan khusus untuk perbaikan 279 unit rumah. Guna mencapai target total tahun ini, Sakty merinci adanya dukungan signifikan dari berbagai instansi. Dukungan tersebut mencakup 821 unit dari APBN, 549 unit dari APBD Provinsi, 231 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi, serta 140 unit dari Baznas Banyumas. Sementara itu, kontribusi dari CSR Stakeholder saat ini masih dalam proses pembaruan data secara berkala.
Sakty menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program nasional tiga juta rumah demi menekan angka ketidakteraturan atau backlog perumahan. Pelaksanaan ini merupakan tahap pertama di tahun anggaran 2026 yang berjalan beriringan dengan program “Trilas” Bupati dan Wakil Bupati dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya melalui sektor perumahan.
Bupati Sadewo Tri Lastiono mengakui bahwa kemiskinan tetap menjadi tantangan fundamental bagi wilayahnya. Berdasarkan data tahun 2025, tingkat kemiskinan di Banyumas tercatat sebesar 11,15 persen. Angka tersebut tercatat masih melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada di level 9,39 persen. Namun, optimisme tetap tumbuh seiring dengan progres nyata di lapangan yang terus menunjukkan tren positif.
Hingga akhir tahun 2025, program prioritas Trilas telah berhasil meningkatkan kualitas 28.885 unit rumah di seluruh wilayah kabupaten. Keberhasilan ini secara otomatis mendongkrak indikator rumah layak huni di Kabupaten Banyumas hingga mencapai angka 85,44 persen. Bupati menyebut pencapaian ini sebagai wujud kerja keras seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan.
Meski pencapaian signifikan telah diraih, Bupati mengingatkan bahwa perjalanan masih cukup panjang. Saat ini, masih terdapat daftar tunggu sekitar 69.883 unit rumah yang memerlukan intervensi perbaikan lebih lanjut. Untuk tahap pertama di tahun 2026, fokus perbaikan diarahkan pada 213 unit rumah yang tersebar di 15 kecamatan serta 31 desa dan kelurahan.
Bupati Sadewo menekankan bahwa sinergi dan semangat gotong royong antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta adalah kunci utama percepatan program ini. Melalui kemitraan yang solid, Pemkab Banyumas berharap seluruh lapisan masyarakat dapat segera merasakan manfaat hidup di lingkungan yang lebih layak, sehat, dan sejahtera.

