Di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok yang kerap mencekik para pelaku usaha kuliner, sebuah kedai sederhana di sudut Purwokerto justru menunjukkan keteguhan yang luar biasa.
Nasi Goreng Oplos AAH, salah satu permata tersembunyi (hidden gem) dalam peta kuliner Kota Satria, berhasil mempertahankan popularitasnya selama lebih dari 27 tahun tanpa mengorbankan keterjangkauan harga bagi pelanggannya.
Dedikasi kedai ini terhadap kepuasan konsumen terlihat dari catatan sejarah harganya yang tetap bersahabat sejak pertama kali melayani warga pada akhir era 90-an.
Kesetiaan Lokasi dan Jejak Langkah Selama 27 Tahun
Dimulai pada tahun 1999, Pak AAH (almarhum) bersama istrinya membangun fondasi usaha ini dengan penuh ketekunan.
Berbeda dengan mayoritas pedagang kaki lima yang berpindah-pindah menggunakan gerobak, Nasi Goreng Oplos AAH justru dikenal karena loyalitasnya pada titik awal mereka berdiri.
“Dari dulu memang tidak pernah keliling, langsung buka di sini,” ungkap Bu AAH dalam wawancara bersama tim cilacaptoday.com pada Sabtu (4/4/2026).
Keteguhan untuk menetap di lokasi yang sama inilah yang menjadikan kedai ini sebagai destinasi nostalgia favorit bagi para alumni sekolah maupun warga asli Purwokerto yang rindu akan cita rasa masa lalu.

Evolusi Harga: Memori 300 Perak hingga Porsi Jumbo “Triple”
Bagi generasi Z, mungkin sulit membayangkan bahwa satu porsi makanan pernah dijual dengan harga setara recehan.
Di awal operasionalnya pada tahun 1999, Bu AAH mengenang bahwa hidangan mereka hanya dibanderol sebesar Rp300.
“Awal ya 300 perak seingat saya tahun 99. Kemudian naik perlahan menjadi 400, 500, hingga 700. Baru kemudian masuk ke angka 1.000 dan 1.250,” tutur Bu AAH.
Seiring berjalannya waktu, harga mulai menyentuh angka Rp1.000 pada tahun 2005 dan mencapai kisaran Rp4.000 pada dekade berikutnya di tahun 2015.
Hingga saat ini, kedai legendaris ini tetap memegang prinsip ekonomi kerakyatan dengan daftar harga sebagai berikut:
- Porsi Biasa: Rp7.000 (Polos) / Rp10.000 (Pakai Telur)
- Porsi 1,5: Rp10.000 (Polos) / Rp13.000 (Pakai Telur)
- Porsi Double: Rp13.000 (Polos) / Rp16.000 (Pakai Telur)
- Porsi Triple: Rp19.000 (Porsi super besar yang sudah tersedia sejak lama)
Racikan Khusus “Magelangan” dan Rahasia Kelezatan Purwokerto
Daya tarik utama kedai ini bukan sekadar murah, melainkan teknik memasak yang unik. Menu andalan mereka dikenal dengan sebutan Nasi Goreng Mawut atau Magelangan, sementara masyarakat Padang sering menyebutnya Minas (Mie Nasi).
Berbeda dengan cara masak pada umumnya, mie goreng diolah terlebih dahulu bersama racikan bumbu seperti gula, garam, dan saus tiram hingga meresap.
Setelah mie mencapai tingkat kematangan sempurna, barulah nasi putih dimasukkan dan dipadukan dengan kecap spesial asli Purwokerto.
Hasilnya adalah harmoni rasa gurih, manis, dan asin yang seringkali dianggap mirip dengan kelezatan mie instan goreng yang melegenda.
Prinsip Bertahan: Kualitas di Atas Fluktuasi Pasar
Lonjakan harga bahan baku seperti cabai rawit maupun beras tidak serta-merta membuat manajemen Nasi Goreng Oplos AAH menaikkan tarif secara mendadak.
Bagi sang pemilik, konsistensi rasa dan kepuasan pelanggan adalah hal yang mutlak.
“Kami tetap menjaga kualitas. Jika hanya mengikuti gejolak harga bahan mentah tentu sulit, karena produk kami adalah barang matang. Meskipun biaya produksi naik, kami tetap berusaha bertahan dengan harga yang ada,” pungkasnya.
Panduan Lokasi dan Waktu Operasional
Bagi penikmat kuliner yang ingin merasakan sensasi “Oplos” yang autentik, Anda dapat mengunjungi lokasinya yang tetap tidak berubah selama hampir tiga dekade terakhir:
- Lokasi: Jalan Kombas (Jl. Komisaris Bambang Suprapto) Gg. 2, RT.002/RW.002, Mangunjaya, Purwokerto Lor, Purwokerto Timur.
- Jam Buka: 18.00 – 23.30 WIB (atau hingga stok ludes).
- Menu Pendamping: Tersedia sate-satean (bakso goreng, hati ampela) dan aneka gorengan mulai dari Rp2.000.
- Kapasitas Produksi: Setiap harinya, kedai ini mampu mengolah hingga 20 kg beras dan 280 bungkus mie goreng.
Melalui dedikasi yang tak goyah selama 27 tahun, Nasi Goreng Oplos AAH membuktikan bahwa loyalitas pelanggan dapat dibangun melalui kejujuran rasa dan keramahan harga.
***

