Cilacap tak hanya soal wisata pantai. Di sudut pusat kotanya, terdapat sebuah legenda kuliner yang tetap teguh menjaga tradisi: Bakmie Anglo Pak Trisno.
Lebih dari sekadar sajian mi biasa, tempat ini adalah sebuah artefak rasa yang telah memanjakan lidah warga Cilacap selama lebih dari setengah abad dengan aroma khas tungku arang yang tak lekang oleh zaman.
Nostalgia Rasa: Dari Pikulan Keliling ke Kedai Sidanegara
Jejak panjang Pak Trisno di industri kuliner dimulai pada tahun 1974. Sebelum memiliki kedai permanen, ia mengawali langkahnya dengan berkeliling menjajakan mi dari satu kampung ke kampung lain.
Baru pada tahun 1997, seiring dengan basis pelanggan yang semakin luas, Pak Trisno memutuskan untuk “berlabuh” di lokasi permanen.
Kini, Anda bisa menemukan kelezatan legendaris ini di Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Sidanegara—tepat di seberang kompleks Kolam Renang Sentul—sebuah titik strategis yang memudahkan para pemburu kuliner untuk berkunjung.

Sakti di Atas Bara: Rahasia Kelezatan Tungku Tanah Liat
Apa yang membuat bakmi ini berbeda dari versi modern di resto-resto besar? Jawabannya ada pada penggunaan anglo atau tungku tanah liat. Di sini, gas dan kompor modern seolah tak punya tempat.
Setiap porsi mi dimasak satu per satu menggunakan bara arang. Metode ini bukan sekadar pamer tradisi, melainkan teknik vital untuk menghasilkan efek smoky (aroma asap) yang meresap sempurna.
Panas stabil dari arang dipadukan dengan bumbu rempah pilihan dan gurihnya kaldu ayam kampung menciptakan harmoni rasa yang autentik dan konsisten sejak dekade 70-an.
Varian Menu dan Harga yang Ramah Kantong
Meski berstatus kuliner legendaris, Pak Trisno tetap menawarkan fleksibilitas menu bagi pelanggannya:
- Menu Utama: Bakmie, Bihun, dan Capcay (tersedia pilihan Goreng, Rebus, atau Nyemek).
- Menu Spesial: Nasi Goreng Magelangan dan menu eksklusif Lomi yang hanya tersedia setiap hari Minggu.
Tekstur mi yang kenyal dan potongan ayam kampung yang melimpah bisa Anda nikmati dengan harga kisaran Rp23.000 per porsi. Harga yang sangat sepadan untuk sebuah warisan rasa dan porsi yang mengenyangkan.
Panduan Berkunjung agar Tidak Kehabisan
Warung ini mulai mengepulkan asapnya dari jam 10.00 hingga 20.00 WIB. Namun, jangan tertipu dengan jam operasional tersebut. Karena peminatnya yang membeludak, seringkali stok mi sudah ludes terjual sebelum malam tiba.
Tips: Datanglah sebelum jam makan siang atau di sore hari lebih awal untuk memastikan Anda mendapatkan tempat duduk dan tidak kehabisan porsi.
Menikmati semangkuk mi hangat di depan tungku anglo Pak Trisno bukan sekadar makan, tapi sebuah perayaan kecil atas dedikasi dan kesetiaan pada cara-cara tradisional yang mulai langka.
***

