Jika Anda berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kudapan dingin yang satu ini. Es Pak San, sebuah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta kuliner lokal maupun wisatawan. Berdiri sejak tahun 1957, kedai es ini telah melintasi berbagai zaman dan tetap menjadi primadona di tengah gempuran minuman kekinian.
Berawal dari ketekunan sosok Pak San yang merintis usaha di kawasan Pasar Gede Cilacap, resep es campur ini terus dipertahankan secara turun-temurun. Kini, meskipun estafet kepemimpinan telah beralih ke generasi berikutnya, cita rasa autentik yang ditawarkan tetap konsisten, menjaga memori kolektif warga Cilacap akan kesegaran yang legendaris.
Sentuhan Manisan Buah yang Unik
Salah satu daya tarik utama yang membedakan Es Pak San dengan es campur pada umumnya adalah penggunaan bahan bakunya. Di sini, pengunjung tidak akan menemukan potongan buah segar biasa. Pak San menggunakan manisan buah yang diproses sendiri dengan resep rahasia keluarga.
Paduan labu siam, pepaya, kelapa muda, kolang-kaling, hingga belimbing diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan tekstur yang unik. Keistimewaan lainnya adalah rasa manis yang seimbang dan menyegarkan tanpa perlu tambahan susu, memberikan sensasi “ringan” di tenggorokan namun kaya akan rasa.
Harga Merakyat, Menu Beragam
Tak hanya soal rasa, keberlangsungan Es Pak San selama lebih dari enam dekade juga didorong oleh harganya yang sangat terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Es Campur Pak San: Rp 13.500 (Reguler) hingga Rp 16.500 (Large).
Menu Pendamping: Selain es, pengunjung juga bisa menikmati hidangan tradisional seperti Gado-gado, Tahu Masak, dan Karedok dengan kisaran harga Rp 17.000 per porsi.
Kombinasi antara segarnya es campur dan gurihnya bumbu kacang dari menu makanan tersebut menjadikan kedai ini destinasi makan siang favorit bagi pelajar, pekerja kantoran, hingga keluarga.
Lokasi dan Operasional
Bagi Anda yang ingin mencicipi kesegarannya, Es Pak San kini dapat ditemui di beberapa titik strategis. Selain outlet utama di Jalan Mayjen L. Wiratno, Tambakreja, kedai ini juga hadir di Jalan Rinjani (depan SMPN 6 Cilacap) dan cabang di Purwokerto (Bumi Arca Indah).
Kedai biasanya mulai melayani pelanggan pada pukul 10.30 WIB hingga 17.30 WIB. Mengingat statusnya sebagai kuliner legendaris, tak jarang stok es sudah habis sebelum jam operasional berakhir, terutama saat cuaca terik melanda kota pelabuhan ini.
Menikmati semangkuk Es Pak San bukan sekadar melepas dahaga, melainkan meresapi jejak sejarah kuliner Cilacap yang tetap kokoh menjaga tradisi di tengah arus modernisasi.

